Daftar Personil Band Pink Floyd Yang Meraih Kesuksesan Di Inggris

Sejatinya, sebuah band tak akan meraih kesuksesan tanpa kerja keras anggota band itu sendiri. Apalagi grub band adalah satu kesatuan anggota band membangkitkan band dengan berhasil atau tidak, jika salah satu anggota band tidak maksimal mendedikasikan dirinya pastinya tidak dapat optimal meraih kesuksesan. Malahan terdapat banyak masalah yang sulit diselesaikan akibat personilnya tidak kompak.

Daftar Personil Band Pink Floyd Yang Harus Diketahui

Sebagai pecinta band rock asal Inggris, Pink Floyd harus mengetahui nama personilnya. Jika salah satu namanya tidak dikenal maka mengurangi rasa kecintaan anda terhadap band rock tersebut, apalagi band tersebut melegenda dan disukai masyarakat diberbagai daerah. Pastinya butuh perjuangan hebat untuk mencapai kejayaan sehingga semua namanya wajib dikenal, berikut ada daftar personil band Pink Floyd yang harus diketahui, antara lain:

1. Roger Waters
Siapa tak mengenal Roger waters? Dia adalah bagian basis, vokal dan gitar ritme yang kemunculannya selalu dinantikan penggemar. Apalagi lengkungan gitarnya memukau dan berperan aktif membangkitkan semangat penggemar saat konser, ia adalah personil aktif pada tahun 1965 sampai 1985, dan tahun 2005. Dijamin anda menyukai aksinya di atas panggung karena selalu memiliki cara kreatif membahagiakan pengunjung.
Malahan banyak penggemar dari anggota agen sbobet yang terpukau dan menyukai Roger Waters. Tak ayal penggemar saling berasumsi ingin menjadi orang terdekatnya, sayangnya tak semua penggemar mendapatkan tempat terbaik bersama Roger. Misalnya berfoto, mengobrol dan hal lainnya.

2. David Gilmour
Penggemar juga mengidolakan sosok David Gimour yang bertugas sebagai gitar pemimpin dan ritme, vokal, basis dan kibor. Aksinya diatas panggung patut diperhitungkan dan membuat masyarakat bangga karena seakan tak memiliki lelah untuk memainkan pertunjukkan gitarnya yang memukau, walaupun jeda konser Pink Floyd sangat padat tetapi tak menyurutkan semangatnya untuk berkreatifitas. Sementara David berjaya sekitar tahun 1967 sampai 1995, 2005, 2012 sampai 2014.

3. Nick Mason
Sejatinya, personil Band rock Pink Floyd keseluruhan memegang kendali vokal. Namun semua personil memiliki keunikan tersendiri sebagai ciri khas antar personil, seperti halnya dengan Nick Mason yang memiliki permainan drum eksotik dan membuat masyarakat ingin mendengarkan permainan drumnya setiap waktu. Pasalnya Nick memainkan drum dengan jeda yang maksimal sehingga suaranya empuk dan berkarakter. Ia memainkan drum, perkusi dan vokal sekitar tahun 1965, 1995 2005, 2012 sampai 2014.

4. Richard Wright
Richard Wright bertugas memainkan kibor, piano dan organ vokal dengan sangat halus sehingga membuat pengunjung merasakan suasana yang nyaman dan tak ingin konser abnd cepat berlalu. Walaupun termasuk band rock yang membutuhkan keaktifan selalu, Richard dapat mengajak pengunjung selalu aktif selama konser berlangsung.

5. Syd Barrett
Semnetara Syd Barrett bertugas sebagai gitar pemimpin dan ritme vokal yang membius penonton larut dalam pertunjukkan konser Pink Floyd. Dijamin penonton menyukai dan bersorak riang sepanjang pertunjukan konser.

Band Legendaris Asal Iggris Yang Anti Israel Yaitu Pink Floyd
Blog

Band Legendaris Asal Iggris Yang Anti Israel Yaitu Pink Floyd

pinkfloyd – Musisi asal Inggris sekalian vokalis Pink Floyd band, Roger Waters memarang tembok pembatas Israel- Palestina. Kelakuan Roger Waters mencoret tembok pembatas Israel itu saat ini jadi atensi khalayak bumi dikala ini. Di hadapan para fansnya, Roger Waters melantamkan Israel buat menjatuhkan batangan batu besar yang menutupi bagian Pinggir Barat.

Band Legendaris Asal Iggris Yang Anti Israel Yaitu Pink Floyd – Diperkirakan 50. 000 terkumpul di tempat terbuka yang disiapkan dengan terburu- buru buat konser di sisi dusun Yahudi- Arab Neveh Shalom di Israel tengah. Pas saat sebelum akhir konser, Waters berdialog pada penontonnya.” Aku yakin kita menginginkan angkatan Israel ini buat menjatuhkan tembok serta balik kerak dengan orang sebelah mereka,” tuturnya, mengakibatkan sorak- sorai. Sebagian jam saat sebelum pementasan, Israel hadapi kemacetan terbesarnya. Dikala itu, Roger Waters menyangkal buat tampak di tempat- tempat lazim buat konser terbuka di Tel Aviv, mengambil penentangannya kepada kebijaksanaan Israel kepada Palestina. Kesimpulannya pihak terpaut membenarkan bila alun- alun dekat separuh jalur antara Yerusalem serta Tel Aviv digunakan buat pertujukannya itu.

Band Legendaris Asal Iggris Yang Anti Israel Yaitu Pink Floyd

Band Legendaris Asal Iggris Yang Anti Israel Yaitu Pink Floyd

Bila terdapat tim nada legendaris yang dapat dikatakan amat anti- Israel bisa jadi gelar itu disematkan pada band Pink Floyd. Dibangun pada 1966, Pink Floyd berajaran progressive rock dengan lengkingan melodi gitarnya yang khas. Album Dark side of the Moon( 1973) jadi album mereka yang sangat banyak membongkar rekor. Dalam memo asal usul nada modern, Pink Floyd merupakan salah satu golongan nada rock sangat berhasil dengan cara komersil. Band ini awal mulanya beranggotakan Bob Klose( gitar), Syd Barret( bunyi, gitar), Richard Wright( keyboard), Roger Waters( bass), serta Nick Masson( drum). Sehabis itu Bob Klose menyudahi pergi sampai band ini bermukim 4 orang. Pada 1968 David Gilmour masuk mengambil alih Barret. Mereka saat ini terletak pada antrean ketujuh dalam jumlah album terjual di semua dunia.

Tidak hanya membuat lagu- lagu berjudul perorangan serta pengalaman hidup, mereka pula populer dengan lagu- lagu kritik sosial. Lagu Comfortably Numb jadi salah satu lagu mereka yang sangat populer. Player bass sekalian vokalis Roger Waters yang saat ini berumur 70 tahun baru- baru ini dikira wujud sangat kontroversial di Israel sebab komentar- komentarnya yang sering mengancam Negeri Zionis itu. Dalam tanya jawab dengan surat kabar Israel Yedioth Ahronoth, ia mengatakan pendudukan Israel di area Palestina merupakan wujud apartheid( pembedaan suku bangsa semacam terjalin di Afrika Selatan). Waters bilang mempersalahkan Palestina dalam bentrokan Israel- Palestina merupakan serupa dengan berkata korban pemerkosaan bersalah sebab ia diperkosa. Bilik pemisah yang dibentuk Israel di area Palestina bagi ia seratus kali lebih kejam dibanding tembok Berlin yang merelaikan Jerman Barat serta Jerman Timur.

Baca Juga : Mengenal Album Legendaris Band Mecano Di Negara Lainnya

– Sulit jika memahaminya Kesimpulannya pihak terpaut membenarkan bila alun- alun dekat separuh jalur antara Yerusalem serta Tel Aviv digunakan buat pertujukannya itu. Pada hari Rabu, sehabis datang di Israel, Roger Waters mendatangi bagian dari tembok pemisah Pinggir Barat Israel yang melampaui kota Betlehem di Palestina. Roger Waters menulis kepala karangan album legendarisnya, bertuliskan” Nomor thought control,” pada tembok batu yang menjulang besar.

” Itu membuat aku ngeri,” tutur Waters pada reporter di web itu.“ Kamu bisa memandang potret- potret dari suatu semacam ini, namun hingga Kamu memandang gedung yang sesungguhnya serta apa yang dikerjakannya kepada komunitas- komunitas ini. Susah buat menguasai kalau mereka bisa melaksanakan ini.” Israel berkata lagi membuat tembok buat menghindari penyerbu Palestina. Para pelakon bom bunuh diri sudah membunuh lebih dari 500 orang Israel serta menyakiti lebih banyak lagi semenjak pecahnya pertempuran antara kedua koyak pihak pada September 2000. Palestina mengancam halangan itu selaku front buat meregang area yang mereka klaim buat negeri era depan. Israel berkata penghalang separuh jadi sejauh 470 mil itu hendak jadi 95 persen pagar elektronik serta cuma 5 persen tembok dikala berakhir.

– Rage Against The Machine Dukung Palestina Tidak cuma vokalis Pink Floyd Roger Waters, bentrokan Israel Palestina jadi atensi band rock asal Amerika Serikat, Rage Against the Machine( RATM). Dikenal, Rage Against the Machine band mengekspresikan dukungannya kepada masyarakat Palestina, Gaza serta Langgar Al- Aqsa. Band Rage Against the Machine itu mengekspresikan dukungannya kepada Palestina dari alat sosial. Mengambil postingan loudwire. com, Rage Against the Machine bisa jadi tidak mempunyai pentas serta mikrofon dikala ini buat berdialog mengenai kesusahan bumi. Hendak namun mereka mempunyai alat sosial serta mereka sudah memakainya buat ekspresikan dukungannya mereka, pada orang Palestina.

Dikenal dikala ini Palestina tengah dalam bentrokan dengan Israel. Bentrokan yang lagi berjalan antara Angkatan Israel serta agresif Palestina di Gaza baru- baru ini bertambah dengan peresmian roket serta peluru kendali ke area awam. Bagi New York Times, lebih dari 1. 000 roket sudah ditembakkan dari Gaza pada Rabu malam( 12 Mei) sehabis kekerasan meletus pada Senin( 10 Mei). Berdialog mengenai kekerasan yang lagi berjalan di negeri itu, band itu melaporkan lewat Twitter.

” Kekerasan serta kekejaman yang kita lihat di Sheikh Jarrah, lingkungan Angkatan laut(AL) Aqsa serta Gaza merupakan perkembangan dari dasawarsa apartheid kasar Israel serta pendudukan kekerasan di Palestina” catat akun Twitter@RATMoffcial diambil Wartakotalive. com, Jumat( 22 atau 5 atau 2021).

Baca Juga : Album Pink Floyd Yang Melegenda Yaitu Wish You Were Here

” We stand with the Palestinian people as they resist this colonial terror in all its forms.#FreePalestine” ” Kita berdiri bersama orang Palestina dikala mereka melawan teror kolonial ini dalam seluruh wujudnya.#FreePalestine” catat akun Twitter@RATMoffcial. Kekerasan setelah itu meletus dini minggu ini kala polisi menggerebek langgar Asqa di Yerusalem, yang mereka klaim selaku asumsi atas serbuan dengan lontaran batu oleh pengunjuk rasa Palestina. Korban berpulang di Gaza sudah bertambah jadi 43 masyarakat Palestina, tercantum 13 kanak- kanak serta 3 perempuan, bagi Departemen Kesehatan. Serbuan hawa Israel sudah memaras 2 tower kondominium bersusun di Rute Gaza, tempat bermukim 2 juta masyarakat Palestina.

Album Pink Floyd Yang Melegenda Yaitu Wish You Were Here
Album

Album Pink Floyd Yang Melegenda Yaitu Wish You Were Here

pinkfloyd-co – Wish You Were Here adalah album studio kesembilan oleh band rock Inggris Pink Floyd, dirilis pada 12 September 1975 melalui Harvest Records dan Columbia Records, rilisan pertama mereka untuk yang terakhir. Berdasarkan materi yang disusun Pink Floyd saat tampil di Eropa, Wish You Were Here direkam dalam berbagai sesi sepanjang tahun 1975 di Abbey Road Studios di London.

Tema album termasuk kritik terhadap bisnis musik, keterasingan, dan penghargaan kepada anggota pendiri Syd Barrett, yang pergi tujuh tahun sebelumnya dengan kesehatan mental yang memburuk. Seperti rekaman mereka sebelumnya, The Dark Side of the Moon (1973), Pink Floyd menggunakan efek studio dan synthesizer. Penyanyi tamu termasuk Roy Harper, yang mengisi vokal utama di “Have a Cigar”, dan Venetta Fields, yang menambahkan vokal latar ke “Shine On You Crazy Diamond”. Untuk mempromosikan album, band ini merilis single A-side ganda “Have a Cigar” / “Welcome to the Machine”.

Album Pink Floyd Yang Melegenda Yaitu Wish You Were Here – Wish You Were Here menerima tinjauan beragam dari para kritikus pada rilisnya, yang menganggap musiknya tidak menginspirasi dan lebih rendah dari karya mereka sebelumnya. Album ini secara retrospektif menerima pujian kritis, dipuji sebagai salah satu album terbesar sepanjang masa, dan dikutip oleh kibordis Richard Wright dan gitaris David Gilmour sebagai album Pink Floyd favorit mereka. Itu mencapai nomor satu di AS dan Inggris dan perusahaan induk Harvest, EMI, tidak dapat memenuhi permintaan. Sejak itu, rekaman tersebut telah terjual lebih dari 20 juta kopi.

Album Pink Floyd Yang Melegenda Yaitu Wish You Were Here

Album Pink Floyd Yang Melegenda Yaitu Wish You Were Here

– Latar belakang
Selama 1974, Pink Floyd membuat sketsa tiga komposisi baru, “Raving and Drooling” (yang akan menjadi “Domba”), “You Gotta Be Crazy” (yang akan menjadi “Anjing”) dan “Shine On You Crazy Diamond”.  Lagu-lagu ini dibawakan selama serangkaian konser di Prancis dan Inggris, tur pertama band ini sejak The Dark Side of the Moon tahun 1973. Karena Pink Floyd tidak pernah mempekerjakan seorang humas dan menjauhkan diri dari pers, hubungan mereka dengan media mulai memburuk. Mason kemudian mengatakan bahwa ulasan kritis NME oleh penggemar Syd Barrett, Nick Kent, mungkin memiliki pengaruh dalam menjaga band tetap bersama, saat mereka kembali ke studio pada minggu pertama tahun 1975.

– Konsep yang digunakan dalam album ini
Wish You Were Here adalah album kedua Floyd dengan tema konseptual yang seluruhnya ditulis oleh Roger Waters. Ini mencerminkan perasaannya bahwa persahabatan yang telah melayani band itu, pada saat itu, sebagian besar tidak ada. Album ini dimulai dengan pembukaan instrumental panjang dan segues ke dalam lirik untuk “Shine On You Crazy Diamond”, sebuah penghargaan untuk Syd Barrett, yang gangguan mental telah memaksa dia untuk meninggalkan grup tujuh tahun sebelumnya. Barrett dikenang dengan penuh kasih dengan kalimat seperti “Ingat ketika Anda masih muda, Anda bersinar seperti matahari” dan “Anda meraih rahasia terlalu cepat, Anda menangis untuk bulan”.

Wish You Were Here juga merupakan kritik terhadap bisnis musik. “Shine On” melintasi mulus ke “Welcome to the Machine”, sebuah lagu yang dimulai dengan pintu terbuka (digambarkan oleh Waters sebagai simbol penemuan musik dan kemajuan yang dikhianati oleh industri musik yang lebih tertarik pada keserakahan dan kesuksesan) dan diakhiri dengan pesta, yang terakhir melambangkan “kurangnya kontak dan perasaan nyata di antara orang-orang”. Demikian pula, “Have a Cigar” mencemooh industri rekaman “kucing gemuk” dengan lirik yang mengulangi aliran klise yang didengar oleh pendatang baru yang sedang naik daun di industri rekaman, dan termasuk pertanyaan “omong-omong, yang mana Pink?” diminta dari band pada setidaknya satu kesempatan. Lirik lagu berikutnya, “Wish You Were Here”, berhubungan baik dengan kondisi Barrett dan dikotomi karakter Waters, dengan keserakahan dan ambisi yang berjuang dengan kasih sayang dan idealisme.

Baca Juga : Mengenal Album Legendaris Band Mecano Di Negara Lainnya

“Saya memiliki beberapa kritik terhadap Dark Side of the Moon …” kata David Gilmour. “Satu atau dua kendaraan yang membawa ide tidak sekuat ide yang mereka bawa. Saya pikir kita harus berusaha dan bekerja lebih keras untuk mengawinkan ide dan kendaraan yang membawanya, sehingga mereka berdua memiliki keajaiban yang sama… sesuatu yang secara pribadi saya dorong ketika kami membuat Wish You Were Here.”
“Saya memiliki beberapa kritik terhadap Dark Side of the Moon …” kata David Gilmour. “Satu atau dua kendaraan yang membawa ide tidak sekuat ide yang mereka bawa. Saya pikir kita harus berusaha dan bekerja lebih keras untuk mengawinkan ide dan kendaraan yang membawanya, sehingga mereka berdua memiliki keajaiban yang sama… sesuatu yang secara pribadi saya dorong ketika kami membuat Wish You Were Here.”

– Rekamman pada album Pinkk Floyd
Alan Parsons, karyawan insinyur EMI buat album sanggar Pink Floyd tadinya, The Dark Side of the Moon, menyangkal buat lalu bertugas dengan mereka. Tim ini sempat bertugas dengan insinyur Brian Humphries di More, direkam di Pye Studios, serta lagi pada tahun 1974 kala beliau mengambil alih insinyur konser yang tidak profesional. Oleh karena itu Humphries adalah pilihan alami untuk mengerjakan materi baru band, meskipun menjadi asing dengan set-up Abbey Road EMI, ia menemui beberapa kesulitan awal. Pada satu kesempatan, Humphries secara tidak sengaja merusak backing track untuk “Shine On”, karya yang Waters dan drummer Nick Mason telah habiskan berjam-jam untuk menyempurnakannya, dengan gema. Seluruh bagian harus direkam ulang.

Baca Juga : Jejak Komunis Pada Band Pink Floyd

Sesi untuk Wish You Were Here at Abbey Road’s Studio Three berlangsung dari Januari hingga Juli 1975, merekam empat hari setiap minggu dari pukul 14:30 hingga larut malam. Kelompok itu pada awalnya merasa sulit untuk merancang materi baru, terutama karena keberhasilan The Dark Side of the Moon telah membuat keempatnya terkuras secara fisik dan emosional. Keyboardis Richard Wright kemudian menggambarkan sesi ini sebagai “jatuh dalam periode yang sulit”, dan Waters mengingatnya sebagai “menyiksa”. Mason menemukan proses perekaman multi-track berlarut-larut dan membosankan, sementara Gilmour lebih tertarik untuk meningkatkan materi band yang sudah ada. Gilmour juga menjadi semakin frustrasi dengan Mason, yang pernikahannya gagal telah menyebabkan rasa tidak enak badan dan rasa apatis secara umum, yang keduanya mengganggu permainan drumnya.

Itu adalah periode yang sangat sulit yang harus saya katakan. Semua impian masa kecil Anda telah terwujud dan kami memiliki rekor penjualan terbesar di dunia dan semua hal yang Anda lakukan untuk itu. Gadis-gadis dan uang dan ketenaran dan semua itu semuanya … semuanya telah datang seperti kita dan Anda harus menilai kembali untuk apa Anda setelahnya, dan itu adalah waktu yang cukup membingungkan dan kosong untuk sementara waktu. —David Gilmour

Jejak Komunis Pada Band Pink Floyd
Sejarah

Jejak Komunis Pada Band Pink Floyd

pinkfloyd-co – Tidak butuh bingung bila ada banyak bagian martil dalam film penjepit serangkaian lagu kepunyaan Pink Floyd, Run Like Hell serta Waiting For the Worms. Tidak hanya dijadikan ikon kategori pekerja, bagian martil dalam kedua lagu yang ada di album legendaris mereka, The Wall( 1979), itu seakan pula menegapkan gimana kerangka balik keluarga para personil band Inggris itu. Roger Waters, David Gilmour, Syd Barrett, Richard Wright, Nick Mason, serta Bob Klose memanglah berawal dari keluarga pegawai serta, karena itu, pula dekat dengan partai komunis. Paling utama Water[bass] serta Mason[drum] yang sudah berapat semenjak sedang anak muda di sekolah.

Jejak Komunis Pada Band Pink Floyd – “ Dengan cara politik, kita berawal dari kerangka balik yang seragam,” cakap Mason dalam Inside Out: A Perorangan History of Pink Floyd( 2011: 18). Pertanyaan bapaknya yang pekerja di Association of Cinematographic Technicians( ACT), Mason mengatakan:“ Ayahku badan partai komunis yang melawan fasisme.” Orang berumur Waters, Eric Fletcher Waters serta Mary White, diketahui selaku wujud berpendidikan serta luang jadi guru di suatu sekolah. Biarpun begitu, keduanya pula bersama mantan badan Partai Komunis Inggris serta pendukung loyal kalangan pegawai. Eric tadinya pula tertera selaku Letnan 2 dari Batalyon ke- 8 Royal Fuselier( Resimen London). Naasnya, Eric mati belia kala bertempur melawan kalangan fasis di Anzio, Italia selatan, pada 18 Februari 1944, dalam umur yang terkini 29 tahun. Berpuluh tahun setelah itu, Waters mengenang bapaknya lewat lagu The Fletcher Memorial Home( 1983) yang ada dalam Akhir Cut, album sanggar ke- 12 Pink Floyd yang luncurkan pada 21 Maret 1983.

Waters juga pula memiliki ketertarikan pada rumor politik, paling utama semenjak beliau berasosiasi dengan Campaign for Nuclear Disarmament( CND) yang dibangun pada 1958.“ Roger jadi pimpinan bagian anak muda dari CND di Cambridge, serta ia dan Judy( pacarnya) ambil bagian dalam karnaval badan CND dari Aldermaston ke London,” nyata Mason yang kala itu pula turut kelakuan itu bersama pacarnya, Lindy Rutter. Menariknya lagi, bagus Judy serta Lindy juga mempunyai kerangka balik keluarga yang serupa dengan kekasih mereka tiap- tiap.

Jejak Komunis Pada Band Pink Floyd

Jejak Komunis Pada Band Pink Floyd

– Dalam jangka waktu Syd Barret dalam band tersebut
Kala kuliah di London Polytechnic- Regent Street( saat ini Universitas Westminister), Nick serta Roger mulai berapat dengan Richard Wright. Rick, begitu beliau lazim disapa, tadinya sempat berlatih di London College of Music. Karena seperti itu beliau cerdas memainkan sebagian berbagai perlengkapan nada, semacam terompet, trombon, dan piano. Ketiga teman itu kesimpulannya membuat band bernama Sigma 6 bersama seseorang anak muda jenius yang senang mengulik kord- kord tidak umum, Keith Roger Barrett nama lain Syd Barrett. Kemudian, bersamaan berjalannya durasi, mereka membuat suatu band terkini, Pink Floyd Sound, serta mengeluarkan album pertamanya pada 1967, The Piper at the Gates of Dawn. Sebagian lagu terkenalnya antara lain: Arnold Layne, See Emily Play, serta Interstellar Overdrive.

Di tahun yang serupa itu pula, para personil akur buat memendekkan julukan band mereka jadi Pink Floyd, ditakik dari 2 julukan musisi blues buah hati Barrett: Pink Anderson serta Floyd Council. Serta, nanti, band ini jadi salah satu band terbanyak dalam asal usul nada bumi, paling utama sebab komposisi musiknya yang kala itu dikira tidak lazim. Biarpun kontribusinya amat besar dalam album kesatu Pink Floyd, Barrett terdesak wajib diberhentikan dari band karena kecanduannya kepada narkoba terus menjadi tidak pasti. Semenjak Maret 1968, ataupun 3 bulan saat sebelum album kedua band itu rilis– A Saucerful of Secrets–, Barrett dengan cara sah bukan lagi badan Pink Floyd. Ada pula wujud yang mengambil alih Barrett tidak lain merupakan teman sekolahnya dahulu: David Gilmour.

Baca Juga : Mengenal Album Legendaris Band Mecano Di Negara Lainnya

– Waters yang sangat konsisten
Tanpa Syd, Pink Floyd senantiasa produktif mengeluarkan album dengan komposisi musikalitas yang tidak lazim. Mulai dari A Saucerful of Secrets( 1968), More( 1969), Ummagumma( 1969), Molekul Heart Mother( 1970), Meddle( 1971), Obscured by Clouds( 1972), The Dark Side of the Moon( 1973), Wish You Were Here( 1975), Animals( 1977), The Wall( 1979), sampai The Akhir Cut( 1983). Dari seluruhnya, The Wall serta The Dark Side of the Moon jadi album Pink Floyd yang sangat terkenal serta sudah terjual lebih dari puluhan juta potong. Bersamaan dengan kerangka balik mereka yang ke- kiri- kiri- an, hingga tidak bingung bila sebagian lagu Pink Floyd sarat dengan kritik. Dalam perihal ini, Waters merupakan motor utamnya. Lagu Another Brick on The Wall[Part 2], misalnya, dikira muat kritik kepada bumi pembelajaran. Dibawakan dengan dorongan paduan suara kanak- kanak dari The Islington Green School Choir, lagu itu menyertakan melirik yang konfrontatif:“ We dont need nomor education atau We dont need nomor thought control atau Nomor dark sarcasm in the classroom atau Teachers leave those kids alone atau Hey teachers, leave those kids alone atau All in all youre just another brick in the wall.”

Waters, yang berkuasa kedudukannya dalam album The Wall, menulis 2 part lagu Another Brick on The Wall karena muak dengan bumi pembelajaran. Beliau merasa, sekolah yang sebaiknya menekankan prinsip memanusiakan orang, malah sudah menghasilkan anak ajar selaku manusia mesin yang wajib menjajaki otoritarianisme banyak orang berusia. Tindakan kritis anak penggerak partai komunis itu tidak cuma ditunjukkannya pada isu- isu politik berdekade dahulu. Kala sudah berumur petang semacam saat ini[76 tahun], Waters apalagi sedang berdengung melaporkan dukungannya kepada Palestina. Semacam yang beliau tunjukkan tahun kemudian lewat akun Twitter pribadinya:“ To the brave Palestinians in Gaza marching for freedom, WE ARE WITH YOU!!”

Baca Juga : Tembok Yang Dlihat Dari Perspektif Pada Pink Floyd

Itu bukan wujud sokongan awal Waters kepada Palestina. Sehabis Gaza diserbu tentara Israel pada tahun 2012, beliau menyanyikan lagu legendaris kepunyaan Joan Baez, We Shall Overcome, selaku wujud kebersamaan. Sedangkan pada Donald Trump, Waters pula sering melemparkan sinisme, apalagi luang pula menginisiasi konser berjudul Anti- Trump pada 2017 kemudian. Selaku seseorang musisi legendaris, Waters sebaiknya dapat saja menikmati hari berumur sembari menikmati pundi- pundi hartanya. Serta itu alami belaka. Semacam Mason, misalnya, yang sudah jadi kolektor mobil sangat jarang dengan harga selangit. Ataupun, sangat tidak, Waters pula bisa menjajaki jejak si papa dengan jadi seseorang pasifis sembari lalu menyuarakan kritiknya. Hendak namun, tampaknya, jiwa kritis Waters senantiasa tidak lekang oleh durasi. Semacam yang beliau tunjukkan kala diwawancara oleh seseorang komposer besar dari Brazil, Caetano Veloso, hal kebangkitan para politikus berbagai Trump serta Jair Bolsonaro, pada Oktober 2018 kemudian. Tanpa tedeng aling- aling, Waters melaporkan kritiknya seeksplisit bisa jadi:“ Mengapa mereka mau- maunya memilah para bajingan itu buat memusnahkan bumi ini pas di depan mata serta dengan metode yang amat analitis?”

Tembok Yang Dlihat Dari Perspektif Pada Pink Floyd
Artikel

Tembok Yang Dlihat Dari Perspektif Pada Pink Floyd

pinkfloyd-co – Roger Waters merupakan orang yang luar umum mengesalkan. Paling tidak sedemikian itu bagi rekan- rekan satu band- nya, David Gilmour, Nick Mason, serta Richard Wright. Waters, tutur mereka, merupakan wujud keras kepala yang ingin berhasil sendiri. Pink Floyd merupakan suatu tim nada yang tidak bersedia dilekang era. Bukan tidak dapat, betul. Tidak ingin. Tidak bersedia. Mereka, dengan keras kepalanya lalu berupaya supaya senantiasa relevan. Seperti itu agaknya kenapa mereka senantiasa berani mengeluarkan album semenjana The Endless River pada 2014 kemudian.

Tembok Yang Dlihat Dari Perspektif Pada Pink Floyd – Faktanya merupakan, Pink Floyd telah lama bubar jalur. Mereka memanglah sedang mengeluarkan album serta giat melaksanakan rekreasi sampai dekade 1990- an, namun semenjak Roger Waters( di) pergi( kan) pada pertengahan 1980- an, Pink Floyd telah tidak lagi( betul- betul) relevan. Syukurnya, saat sebelum dengan cara efisien menyudahi jadi relevan, Pink Floyd dengan aturan komplit luang mengeluarkan suatu buatan monumental berjudul The Wall..

Tembok Yang Dlihat Dari Perspektif Pada Pink Floyd

Tembok Yang Dlihat Dari Perspektif Pada Pink Floyd

Saat sebelum masuk lebih jauh hal The Wall, aku mau menjelaskan kalau tidak sekali juga aku berarti berkata Pink Floyd menyudahi jadi band hebat sehabis The Wall. Cuma saja, album rilisan 1979 itu merupakan suatu magnum opus yang bisa dengan gampang mengisap energi raih dari album- album mereka setelahnya, mulai dari The Akhir Cut( 1983) hingga The Division Bell( 1994). The Wall sendiri bukan betul- betul album terakhir Pink Floyd bersama Roger Waters. The Akhir Cut merupakan album pamungkas Waters bersama band asal Inggris itu. The Wall, semacam namanya, menceritakan mengenai tembok. Suatu arsitektur abstrak yang dibentuk oleh si protagonis dalam drama ini: Pink. Pink sendiri merupakan seseorang rockstar yang tidak aman dengan ketenarannya. Ditinggal mati bapaknya kala sedang anak, Pink berkembang jadi seseorang laki- laki lemah yang memiliki kecondongan menderita oedipus complex. Pink yang dalam film( 1982) diperankan oleh Sir Bob Geldof– vokalis Boomtown Rats serta penggagas Live Aid– memanglah memiliki jalinan dan ketergantungan penuh emosi yang tidak alami dengan ibunya. ” Mother, do you think theyll try to break my balls? Ooh, ahh, mother, should I build the wall?” Kebingungan itu setelah itu dijawab si bunda dengan perkata semacam ini: ” Hush now, baby, baby, dont you cry. Mamas gonna make all of your nightmares come true.

Mamas gonna put all of her fears into you. Mamas gonna keep you right here under her wing. She wont let you fly but she might let you sing. Mamas gonna keep baby cozy and warm. Ooh, babe, ooh, babe, ooh, babe. Of course Mamas gonna help build the wall.” Kepribadian Pink ini sendiri kabarnya ialah kombinasi dari kepribadian Roger Waters serta vokalis otentik Pink Floyd, Syd Barrett. Ada pula, Barrett sendiri diketahui selaku wujud yang jauh dari tutur normal. Hingga kepergiannya pada tahun 2006 kemudian, Barrett senantiasa diketahui selaku” Crazy Diamond” yang tidak sempat sanggup bercahaya.

Baca Juga : Album Band Mecano Yang Legendaris Di Negara Lain

Kacaunya kehidupan Pink kala berusia, tidak hanya sebab kematian papa serta overprotective- nya si bunda, pula diakibatkan oleh perlakuan guru- guru di sekolah yang– meminjam perkata Waters sendiri– senantiasa memakai” dark sarcasm” serta” thought control”. Sehabis kesimpulannya ia berkembang berusia, Pink jadi tidak mempunyai injakan yang kokoh sebab tadinya, ia senantiasa terbiasa dipegangi, disuapi, apalagi diperlakukan dengan cara tidak elok. Ia memanglah kesimpulannya menikah, namun pernikahannya itu selesai getir.

Kesimpulannya, Pink juga kian karam dalam kesusahan di alam pikirnya serta lalu menaikkan” tembok” yang telah mulai ia bangun semenjak anak- anak. Di dalam tembok itu, ternyata jadi nyaman, Pink malah kian tidak pasti. Di dalam kungkungan tembok yang ia bangun sendiri, Pink setelah itu karam dalam suatu khayalan buas. Di sana, ia berfantasi jadi wujud semacam Hitler serta konser- konsernya merupakan neo- Nazi rally.

Seluruh orang berupaya buat menghasilkan Pink dari tembok itu. Sayangnya, Pink telah bablas” comfortably numb” di suasana itu. Semua itu berlanjut hingga akhirnya Pink sadar bahwa hanya dia yang bisa mengeluarkan dirinya dari tembok imajiner tersebut. Dalam film digambarkan akhirnya Pink diseret ke pengadilan karena neo-Nazi rally tadi dan diberi hukuman oleh hakim untuk “tear down the wall”. Merubuhkan temboknya.
Pada tahun 1989, sepuluh tahun usai album “The Wall” dirilis, sebuah tembok yang menjadi pemisah antara Barat dan Timur dirubuhkan. Tembok yang dimaksud adalah Tembok Berlin.

Baca Juga : Saat Pink Floyd Meluruh Album The Dark Side of the Moon Malah Melejit

8 bulan sehabis Tembok Berlin dirubuhkan, Roger Waters, bersama sekumpulan musisi, semacam Scorpions, Cyndi Lauper, Van Morrison, serta Sinead OConnor mengggelar konser berjudul” The Wall: Live in Berlin”. Konser itu sendiri diselenggarakan buat memperingati unifikasi Jerman serta menerangkan kalau tembok, walaupun guna aslinya merupakan selaku penjaga, pada kesimpulannya dapat pula bertabiat merusak.

Bila, katakanlah, Pink tidak memilah buat membuat tembok abstrak itu, agaknya hidupnya dapat lebih terasa mengasyikkan. Awal mulanya, ia membuat tembok itu sebab ia khawatir disakiti. Hendak namun, kala tembok itu kian melambung serta melambung, malah beliau jadi pangkal dari seluruh teror yang memporak- porandakan isi kepala Pink. Kala, pada kesimpulannya, tembok itu dirubuhkan, kemudian Pink dapat mulai betul- betul hidup.

Seorang yang mempunyai guncangan memanglah memiliki kecondongan lebih besar buat memakai tembok selaku” coping mechanism”. Alasannya, membuat tembok semacam ini memanglah lebih gampang untuk mereka( ataupun kita). Pink, pada kesimpulannya, aman sehabis merubuhkan tembok. Bisa jadi memanglah orang semacam itu tidak dapat diselamatkan bila ia tidak ingin diselamatkan. Hendak namun, kewajiban kitalah buat tidak sempat sejengkal juga meninggalkan mereka yang memilah buat membuat tembok. Ketuklah, gedorlah, tembok- tembok itu, saat sebelum telanjur.

Saat Pink Floyd Meluruh Album The Dark Side of the Moon Malah Melejit
Lagu

Saat Pink Floyd Meluruh Album The Dark Side of the Moon Malah Melejit

pinkfloyd-co – Sehabis album debut The Piper at the Gates Dawn( 1966) yang bercorak brit- rock, Pink Floyd mulai menciptakan kegilaan melalui musik- musik psikedelik serta opera ruang angkasa. Album- album berbagai A Saucerful of Secrets( 1968), Ummagumma( 1969), Molekul Heart Mother( 1970), serta Meddle( 1971) jadi fakta. Aransemen jauh yang didasarkan pada investigasi melodi dan riff ialah senjata penting mereka, yang setelah itu jadi signature musikalitas Pink Floyd di era- era selanjutnya. Tindakan antipati kepada pop itu setelah itu dirayakan selaku momentum bangkitnya rock liberal pada rentang waktu 1970an.

Tetapi, Pink Floyd jengah dengan seluruh buatan yang diklaim bernapaskan ruang angkasa itu. Roger Water, pentolan Pink Floyd, mengatakan kalau arti“ nada luar angkasa” yang disematkan banyak orang serta alat pada mereka“ ialah candaan.” Baginya, nada Pink Floyd bukan mengenai luar angkasa, melainkan pertanyaan“ kedekatan orang serta ruang yang dalam.”

Saat Pink Floyd Meluruh Album The Dark Side of the Moon Malah Melejit – Hasrat itu lalu dibuktikan pada 1971. Pink Floyd, semacam dicatat Newsweek, sedemikian itu bergairah buat membebaskan moniker“ ruang angkasa” yang menempel pada nada mereka. Waters berasumsi gimana triknya menghasilkan nada yang dapat merepresentasikan gagasan mengenai kehidupan tiap hari dibandingkan hanya deskripsi psikedelik mengenai ekspedisi antar- bintang, semacam yang dipersepsikan khalayak. Ditambah lagi, beliau sedang tersendat oleh kodrat kawannya, Syd Barrett, yang ditelan ketergantungan LSD dan kendala kesehatan psikologis. Syd sendiri ialah mantan frontman Pink Floyd yang dikeluarkan dari band pada 1968. Beliau melaksanakan aksi indisipliner selaku akibat dari tabiatnya yang senang bereksperimen dengan obat- obatan.

Saat Pink Floyd Meluruh Album The Dark Side of the Moon Malah Melejit

Saat Pink Floyd Meluruh Album The Dark Side of the Moon Malah Melejit

“ Syd sudah jadi daya inovatif Pink Floyd di masa- masa dini. Serta dikala beliau menekur skizofrenia, perihal itu ialah bogem mentah yang besar,” tutur Waters.“ Lebih dari itu, rasanya amat lingkungan kala memandang sahabat dekat sendiri yang memahami kehidupanmu sepanjang bertahun- tahun terjebak permasalahan keahlian psikologis.” Kedua aspek itu bertambah menebalkan agama Waters—yang berfungsi jadi atasan band definitif—untuk bawa Pink Floyd ke sesi berikutnya. Tidak lama setelah itu, mereka terkumpul di adres si drumer, Nick Mason, buat mangulas rancangan album yang terkini.

“ Saya ingat durasi itu lagi bersandar di dapurnya sambil menarangkan ilham pertanyaan album terkini,” paparnya semacam ditulis John Harris dalam The Dark Side of the Moon: The Making of the Pink Floyd Masterpiece( 2006). Ilham hal album terkini yang dibawa Waters merupakan pertanyaan gairah kehidupan; ekspedisi, kematian, duit, sampai kegilaan- kegilaan yang lain. Badan lain kemudian mengembangkannya dengan cara beramai- ramai. Beliau berambisi kalau album itu sanggup mengantarkan suatu dengan jelas—tidak abstrak dan mengawang seperti album- album terdahulu.

Satu tahun setelahnya, cetak biru materi album terkini Pink Floyd jadi serta sedia dieksekusi. Mereka menamainya dengan Dark Side of the Moon: A Piece for Assorted Lunatics. Tetapi, julukan itu direvisi karena band lain, Medicine Head, memakai julukan yang serupa. Kesimpulannya, mereka menyudahi buat mengubahnya dengan Eclipse—sebelum kesimpulannya mereka ganti kembali dengan julukan awal. Cara rekaman diawali pada Mei 1972 di sanggar Abbey Road. Pink Floyd menuntun produser Alan Parsons. Badan band merasa cara pembuatan album sedemikian itu kencang serta sungguh- sungguh. Sebaliknya Parsons sendiri melaporkan kalau rekaman berjalan bebas.

“ Kita bertugas dengan memandang suasana serta situasi yang terjalin pada hari itu,” ucapnya.“ Jika malam itu terdapat perlombaan sepakbola, kita hendak berakhir lebih dini. Bila malam itu terdapat pementasan Monty Phyton, kita pula hendak melaksanakan perihal yang serupa. Tetapi, kala mereka telah amat kerap menyudahi rekaman cuma buat menyaksikan Monty Phyton, hingga saya wajib turun tangan.” Terdaftar, Dark Side mencapai status pemasaran platinum lebih dari 15 kali, bersandar di tangga lagu Billboard sepanjang 736 minggu, dari 1973- 1988, sampai dirayakan puluhan hingga ratusan ribu orang dalam konser- konser yang diadakan.“ Saya pikir ini merupakan tanda- tanda yang baik,” cakap Waters sesuatu kala.“ Kita tentu memiliki suatu di mari.”

Baca Juga : Album Band Mecano Yang Legendaris Di Negara Lain

– Respon dinamika pada kancah global
Mencermati Dark Side of the Moon contoh lagi menjalani ekspedisi yang jauh. Menapaki rimba kehidupan dengan seluruh perkaranya yang membuat kita memalingkan wajah ataupun memantulkan kondisi yang ada—dan mencari jalur keluarnya. Tiap- tiap lagu memiliki keterhubungan satu serupa lain. Terdapat benang merah yang mengikat lagu- lagu itu jadi satu perihal yang utuh, lingkungan, dan bersenyawa dengan berbagai muka tafsirannya.

Impian Waters buat membuat album yang realis, dekat dengan situasi dekat, serta tidak mengawang sukses dibuktikan. 8 lagu yang terdapat dalam Dark Side merupakan ilustrasi kala seluruh permasalahan yang terdapat di bumi ini dihimpun melalui karpet bunyi dan keseimbangan yang berkaitan sedemikian itu bagus pula mewah. Phil Rose, guru Unit Ilmu Komunikasi di York University, dalam Roger Waters and Pink Floyd: The Concept Albums( 2016) melaporkan 5 album yang diluncurkan Pink Floyd dalam kurun durasi 1972- 1983, tercantum di dalamnya Dark Side, ialah album rancangan yang beranjak melampau ekspektasi. Kelimanya merupakan album anti- perang, anti- penindasan, serta anti- anti yang lain yang bergengsi.

“ Album Dark Side sudah meyakinkan kalau album rancangan tidak sebaiknya hingga terlihat koheren dengan cara tekstual, namun pula sanggup membuat pemirsa merasa berintegrasi dengan apa yang dihidangkan di dalamnya. Dark Side merupakan album musikal yang memiliki kehebohan. Memforsir pemirsa takut, terkesan, serta berasumsi dalam satu durasi hal apa yang bergumul dalam bumi. Dengan lirik- lirik yang menawan ditambah aransemen yang energik lagi teratur apik, Dark Side sukses diperoleh serta efisien dalam mengantarkan catatan,” jelas Rose. Dengan cara musikalitas juga Dark Side dapat dikatakan sedemikian itu memesona. Album yang disusun dengan banyak bagian, tidak hanya dari alat- alat nada penting, namun pula mengaitkan rekaman audio obrolan, gelak tawa, jeritan mengenaskan, suara mesin kasa, dentangan koin, hingga bahana mesin sampling yang terdengar semacam serbuan pesawat luar angkasa ke alam.

Tiap- tiap bagian di atas dapat Kamu ikuti semenjak no pembuka bertajuk“ Speak to Me” yang berisikan suara mendekati debar jantung, suara isak, sampai percakapan 2 orang yang bersautan. Yang terdapat dalam“ On the Run” terdengar lebih bengis lagi: nafas kekhawatiran, tahap kabur, dan dentuman pesawat yang menggelegar. Tidak tertinggal, di“ Time” terdapat pukulan jarum jam membuka dini lagu saat sebelum disambut dengan bogem mentah perkusi Mason yang eksentrik. Kehadiran elemen- elemen bonus itu bertambah memenuhi alas lagu yang lebih dahulu terbuat dengan cara hebat oleh Pink Floyd. Contoh tutur, bagian bonus ini cuma memoles perihal yang telah terlihat baik. Walhasil, yang terhidang setelah itu merupakan campuran ajal antara bebunyian minor dengan aransemen yang dikonstruksi sedemikian rupa—melodi jauh, sobekan bas yang ritmis, solo alat yang sihir, serta gebukan drum yang sederhana—oleh Pink Floyd.

Dengan alas nada sejenis itu, dapat dikatakan Pink Floyd tidak kesusahan mengantarkan apa yang diucap Waters selaku“ titik berat kehidupan modern yang membidik pada kegilaan.” Terlebih, tiap nada menggantikan kondisi yang akan di informasikan ke khalayak.“ Kita pikir kita dapat mengantarkan seluruhnya melalui album ini mengenang kita memiliki pengalaman tertentu hal titik berat hidup. Titik berat yang menciptakan kegilaan semacam edan duit, edan durasi, gempuran, kewenangan yang tertata, politik, kekerasan, hingga gempuran,” tutur Waters semacam diambil Nicholas Schaffner dalam Saucerful of Secrets: The Pink Floyd Odyssey( 1991).

Baca Juga : Album Pink Floyd Dengan Pencapaian Yang Menakjubkan Yaitu The Wall

– Album yang sempat mengalami kehancuran
“ Kita sepatutnya tidak kembali ke sanggar sedemikian itu kilat sehabis Dark Side berakhir terbuat,” ucap Mason pada Brian Hatt dari Rolling Stone dalam“ Pink Floyd: Journey to Dark Side.”“ Kita sepatutnya melaksanakan rekreasi lebih dahulu.” Terdapat bunyi penyanggahan kekecewaan yang pergi dari mulut Mason. Walaupun berhasil besar, Dark Side warnanya mendesak Pink Floyd ke titik terendah dalam karir mereka—selain problemnya dengan Syd—berupa kerenggangan dalam.“ Tidak sepatutnya semacam ini,” ataupun“ Tidak sebaiknya semacam itu,” bisa jadi jadi statment yang berkeliaran di benak Mason serta pula badan yang lain semacam David Gilmour ataupun Richard Wright.

Tetapi, seluruhnya terlambat terjalin. Permasalahan dalam badan Pink Floyd tidak dapat diredam serta bermukim menunggu durasi buat meledak bila saja. Seluruh disinyalir berawal dari satu pangkal: tindakan Roger Waters. Waters- lah yang jadi atasan pasti Pink Floyd sehabis Syd dikeluarkan dari band. Dengan‘ status’ selaku kepala band, diandaikan kalau Waters ialah pihak yang bertanggungjawab atas seluruh perihal terpaut Pink Floyd: dari permasalahan inovatif sampai perorangan. Tetapi, bersamaan durasi, Waters berganti absolut. Beliau berpikiran Pink Floyd harus berjalan cocok kehendaknya. Tindakan sejenis inilah yang membuat badan lain merasa tidak suka. Mereka memperhitungkan seakan yang memiliki tanggungjawab serta berkuasa memastikan apa yang dapat ataupun tidak dicoba Pink Floyd cumalah Waters semata.

“ Bisa jadi saja band dapat bersinambung bila seluruh badan menyudahi buat melaksanakan keadaan cocok kemauan Roger,” tutur Mason.“ Tetapi, bisa jadi saja Roger telah melewati band.” Dari mari, kerja sama serta bentrokan dampingi personel juga bermunculan. Dikala pembuatan The Wall, misalnya, Waters berkelahi dengan Wright. Pertengkaran itu berakhir keluarnya Wright dari Pink Floyd. Gilmour serta Mason yang memandang suasana itu terus menjadi tidak dapat mentolerir kelakuan Waters.

“ Beliau mau jadi figur esensial,” tutur Gilmour.“ Seperti itu yang betul- betul diinginkannya. Jadi figur kunci. Saya merasa, serta sedemikian itu pula dengan Nick, kalau itu tidaklah perihal terbaik. Kita merasa, di tengah daya produksi yang terdapat, Roger wajib mundur sedikit, lebih terbuka dengan masukan badan lain. Bukan justru mendesak kita bersandar serta bertumpu padanya seakan kita wajib serta memerlukan buat dilindungi.” Pada 1985, bentrokan menggapai penumpukan. Waters menyudahi pergi sehabis merasa seluruhnya tidak berjalan dalam satu visi.“ Narasi yang mengatakan kalau saya pergi sebab keinginanku sendiri cumalah omong kosong,” tegasnya pada David Fricke dalam“ Pink Floyd: The Inside Story.”

Keberangkatan Waters tidak membuat Pink Floyd gontai. Gilmour serta Mason lalu meneruskan kiprah Pink Floyd. Tercantum membuat 2 album A Momentary Lapse of Reason( 1984) serta The Division Bell( 1994) sampai kesimpulannya pada 1994, Pink Floyd menyudahi menyudahi berjalan berakhir melakukan rekreasi.

Album Pink Floyd Dengan Pencapaian Yang Menakjubkan Yaitu The Wall
Artikel

Album Pink Floyd Dengan Pencapaian Yang Menakjubkan Yaitu The Wall

pinkfloyd-co – The Wall merupakan album studio kesebelas oleh band rock Inggris Pink Floyd, diluncurkan pada 30 November 1979 oleh Harvest serta Columbia Records. Ini merupakan opera rock yang mempelajari Pink, seseorang bintang rock lelah yang kesimpulannya memencilkan diri dari warga membuat dinding figuratif. Album ini berhasil dengan cara menguntungkan, mendiami puncak tangga lagu AS sepanjang 15 minggu, serta menggapai no 3 di Inggris. Album ini awal mulanya menyambut kajian yang beraneka ragam dari para komentator, banyak di antara lain menganggapnya kelewatan serta mewah, namun setelah itu menyambut apresiasi selaku salah satu album terhebat sejauh era serta salah satu buatan terbaik band.

Album Pink Floyd Dengan Pencapaian Yang Menakjubkan Yaitu The Wall – Bassist Roger Waters menata The Wall sepanjang rekreasi Pink Floyd tahun 1977 In The Flesh, memodelkan kepribadian Pink sehabis dirinya serta mantan kawan band Syd Barrett. Rekaman berjalan dari Desember 1978 sampai November 1979. Produser Bob Ezrin menolong melengkapi rancangan serta menjembatani ketegangan sepanjang rekaman, sebab band bergumul dengan permasalahan individu serta finansial pada dikala itu. The Wall merupakan album terakhir yang menunjukkan lineup klasik Pink Floyd dari bassis Roger Waters, drummer Nick Mason, gitaris David Gilmour, serta kibordis Richard Wright. yang meninggalkan band sepanjang penciptaan, namun senantiasa bertahan selaku musisi berpendapatan..

Album Pink Floyd Dengan Pencapaian Yang Menakjubkan Yaitu The Wall

Album Pink Floyd Dengan Pencapaian Yang Menakjubkan Yaitu The Wall

3 single dikeluarkan dari album:” Another Brick in the Wall, Part 2″( salah satunya single no satu Inggris serta AS kepunyaan Pink Floyd),” Run Like Hell”, serta” Comfortably Numb”. Dari 1980 sampai 1981, Pink Floyd menunjukkan album komplit dalam rekreasi yang menunjukkan dampak pentas yang kompleks. Pada tahun 1982, The Wall itu diadaptasi jadi suatu film, yang Waters menulis skrip.

The Wall merupakan salah satu album rancangan sangat populer. Dengan lebih dari 30 juta eksemplar terjual, ini merupakan album terlaris kedua di brosur band( di balik The Dark Side of the Moon) serta salah satu album terlaris sejauh era. Sebagian hasil dari tahap rekaman dipakai pada album tim selanjutnya, The Akhir Cut( 1983). Pada tahun 2000 itu tersaring selaku no 30 di Colin Larkin s All Time Maksimum 1000 Albums.[6] Pada tahun 2003, 2012, serta 2020, itu tercantum dalam Rolling Stone catatan s dari album terbanyak sejauh era. Dari 2010 sampai 2013, Waters mengadakan rekreasi live Wall terkini yang jadi rekreasi berpendapatan kotor paling tinggi oleh seseorang musisi solo.

Baca Juga : Pengaruh Grup Musik Pop Megano dalam dunia musik

– Hal yang melatarbelakangi
Pada tahun 1977, Pink Floyd memainkan In the Flesh Tour, perlombaan awal mereka di stadion. Bassis serta penyanyi- penulis lagu Roger Waters memusuhi pengalaman itu, merasa pemirsa tidak mencermati serta banyak yang sangat jauh buat memandang band. Ia mengatakan:” Ini jadi kegiatan sosial dari ikatan yang lebih terkendali serta normal antara musisi serta pemirsa.” Sebagian pemirsa menghidupkan mercon, membuat Waters menyudahi main serta melabrak mereka. Pada bulan Juli 1977, pada bertepatan pada terakhir di Stadion Olimpiade Montreal, segerombol penggemar yang bising serta bergairah di dekat pentas membuat Waters amat jengkel alhasil ia meludahi salah satu dari mereka.

Gitaris serta penyanyi- penulis lagu David Gilmour menyangkal buat melaksanakan encore terakhir serta bersandar di kediaman suara,meninggalkan band, dengan gitaris persediaan Snowy White, buat berimprovisasi dengan blues 12- bar yang lelet serta pilu, yang diumumkan Waters pada pemirsa selaku” nada buat kembali”. Malam itu, Waters berdialog dengan produser Bob Ezrin serta sahabat psikiater Ezrin mengenai keterasingan serta keputusasaan yang dirasakannya, serta ia melafalkan ambisinya buat memencilkan dirinya dengan membuat dinding di atas pentas di antara para player— dirinya sendiri, bersama dengan badan band yang lain— serta pemirsa.

Baca Juga : Album Lagu Pink Floyd Paling Baik Yang Wajib Kamu Dengarkan

Sedangkan Gilmour serta Wright terletak di Prancis merekam album solo, serta drummer Nick Mason padat jadwal memproduksi Green kepunyaan Steve Hillage, Waters mulai menulis modul. Kejadian meludah jadi titik dini buat suatu rancangan terkini, yang mempelajari pengasingan diri protagonis sehabis bertahun- tahun interaksi mencekam dengan bentuk daulat serta kehabisan bapaknya selaku seseorang anak.

Pada Juli 1978, Pink Floyd terkumpul kembali di Britannia Row Studios, di mana Waters menyampaikan 2 inspirasi terkini buat album rancangan. Yang awal merupakan demo 90 menit dengan kepala karangan Bricks in the Wall. Yang kedua merupakan mengenai mimpi seseorang laki- laki di sesuatu malam, serta berhubungan dengan perkawinan, seks, serta membela serta anti dari monogami serta kehidupan keluarga versus pergaulan leluasa. Band memilah alternatif awal; yang kedua kesimpulannya jadi album solo awal Waters, The Pros and Cons of Hitch Hiking( 1984).

Pada bulan September, Pink Floyd hadapi permasalahan finansial serta amat menginginkan penciptaan album buat menciptakan duit. Perencana finansial Norton Warburg Group( NWG) sudah menanamkan£ 1, 3 – 3, 3 juta, sampai£ 19, 1 juta dalam angka kontemporer,[18] dari duit tim dalam modal ventura beresiko besar buat kurangi peranan pajak mereka. Strategi itu kandas kala banyak bidang usaha NWG mendanakan dalam kehilangan, meninggalkan band mengalami bayaran pajak yang berpotensi setinggi 83 persen.” Kita membuat Bagian Gelapdan kayaknya kita sudah memecahkannya,” melamun Waters.” Kemudian seketika bajingan ini mencuri seluruhnya. Kayaknya kita bisa jadi dihadapkan pada gugatan pajak yang amat besar buat duit yang lenyap.

83 persen merupakan duit yang banyak pada era itu serta kita tidak memilikinya.” Pink Floyd menyudahi ikatan mereka dengan NWG, menuntut pengembalian anggaran yang belum diinvestasikan. ” Sebab keinginan, aku wajib ikut serta akrab dalam bagian bidang usaha,” tutur Gilmour,” sebab tidak terdapat orang di dekat kita yang membuktikan keahlian ataupun kejujuran mereka sendiri buat menanganinya, serta aku memandang bersama Norton Warburg kalau omong kosong itu lagi mengarah tidak terelakkan pada penggemar. Mereka tidaklah penjahat awal yang dengan cara bego kita bersahabat dengan diri kita sendiri. Semenjak dikala itu, tidak terdapat satu sen juga yang belum aku ciri tangani. Aku memaraf tiap lihat serta mengecek seluruhnya.”

# Konsep serta alur dari salah satu album Pink Floyd yang satu ini
The Wall merupakan opera rock yang mempelajari pengabaian serta pengasingan, yang dilambangkan dengan tembok. Lagu- lagu itu membuat alur narasi ditaksir insiden dalam kehidupan protagonis, Pink, kepribadian bersumber pada Syd Barrett dan Roger Waters, yang bapaknya terbunuh sepanjang Perang Dunia II, di mana Pink mulai membuat tembok asosiatif di sekitar dirinya. Album ini melingkupi sebagian rujukan buat mantan badan band Syd Barrett, tercantum” Nobody Home”, yang menyiratkan keadaannya sepanjang rekreasi AS kandas Pink Floyd tahun 1967, dengan melirik semacam” buas, mata memandang”,” harus Hendrix perm” serta” karet gelang melindungi sepatu aku di”.” Comfortably Numb” termotivasi oleh Suntikan Waters dengan pelemas otot buat melawan dampak hepatitis sepanjang In the Flesh Tour, dikala terletak di Philadelphia.

Album Lagu Pink Floyd Paling Baik Yang Wajib Kamu Dengarkan
Lagu

Album Lagu Pink Floyd Paling Baik Yang Wajib Kamu Dengarkan

Album Lagu Pink Floyd Paling Baik Yang Wajib Kamu Dengarkan – Berasal pada tahun 1965, dikala Syd Barrett, Roger Waters, Richard Wright, serta Nick Mason mulai menulis serta menyanyikan lagu- lagu berjudul blues serta psychedelic. Julukan Pink Floyd sendiri berawal dari 2 musisi blues, Pink Anderson serta Floyd Council. Pada tahun 1968, David Gilmour berasosiasi buat mengambil alih Barrett yang keadaannya terus menjadi tidak normal. Barrett kerap memandang langit- langit tiap konser, serta diperparah dengan pemakaian LSD di ambang batasan.

pinkfloyd-co.com – Pink Floyd meledak dengan album Dark Side of the Moon yang diluncurkan tahun 1973. Album ini menggapai puncak charts serta bertahan di US Maksimum 200 sepanjang 741 minggu( 591 minggu beruntun dari 1973- 1988). Rancangan album Dark Side of the Moon sendiri melukiskan tekanan- tekanan dalam kehidupan modern. Hasil Pink Floyd ini sukses mematahkan asumsi kalau progressive rock merupakan tipe nada yang tidak komersil. Berikut ini beberapa album lagu dari grub band ternama Pink Floyd yang terbaik untuk kalian bisa dengarkan.

1. Hey You – The Wall tahun 1979
Hey You merupakan salah satu lagu sangat misterius dalam album The Wall. Bila diamati dari liriknya, kayaknya lagu ini menggambarkan mengenai kerinduan buat berhubungan dengan orang. Pernyataan” Hey You” mengisyaratkan memanggil seorang, serta tiap bagian melirik menampilkan seorang dalam kondisi putus asa ataupun memasygulkan. Tiap melirik merupakan persoalan yang memohon interaksi orang, serta bersamaan dengan berjalannya pertanyaan- pertanyaan itu terus menjadi menambahkan nuansa keputusasaan dalam lagu ini. ” Hey You” merupakan lagu dari band rock Inggris Pink Floyd,yang diluncurkan pada album dobel 1979 mereka The Wall. Lagu, bersama dengan” The Show Must Go On”, diedit dari film sebab khawatir di pihak kreator film kalau film itu berjalan sangat lama; tetapi, tipe kasar ada selaku bonus pada DVD Versi Hari Jadi ke- 25.

The Wall menggambarkan cerita Pink, seseorang bintang rock belia teralienasi yang mundur dari warga serta memencilkan dirinya sendiri. Dalam” Hey You”, Pink mengetahui kesalahannya sebab menjauhi warga serta berupaya buat memperoleh kembali kontak dengan dunia luar. Tetapi, ia tidak dapat memandang ataupun mengikuti di balik tembok. Panggilan Pink jadi terus menjadi putus asa dikala ia mulai mengetahui kalau tidak terdapat jalur pergi.

Baca Juga : Sejarah Tentang Band Pink Floyd Yang Mendunia

2. Dogs – Animals tahun 1977
Animals merupakan album studio kesepuluh oleh band rock Inggris Pink Floyd, diluncurkan pada 21 Januari 1977 lewat Harvest and Columbia Records. Itu direkam di Britannia Row Studios kepunyaan banddi London sejauh tahun 1976, serta dibuat oleh band. Album ini meneruskan aransemen wujud jauh yang membuat karya- karya mereka tadinya, tercantum Wish You Were Here( 1975). Album ini menemukan review positif dari komentator serta berhasil dengan cara menguntungkan, menggapai no 2 di Inggris serta no 3 di Amerika Serikat.

Animals merupakan album rock progresif serta album rancangan, yang berpusat pada situasi sosial- politik Inggris medio 1970- an, serta ialah pergantian dari style buatan mereka sebelumnya. Ketegangan dalam band sepanjang penciptaan melambung dengan keyboardist Richard Wright dihentikan 2 tahun setelah itu. Bungkus album membuktikan babi hembus membendung di antara 2 berumbung asap Battersea Power Station, yang terbuat oleh bassis band serta pengarang lagu penting Roger Waters, serta didesain oleh kolega lama Storm Thorgerson. Band ini tidak mengeluarkan single dari rekaman, namun mempromosikannya lewat rekreasi In the Flesh. Hasutan Waters dengan pemirsa sepanjang rekreasi ini menginspirasi rekaman mereka selanjutnya, The Wall.

3. Us & Them – Dark Side of the Moon tahun 1973
The Dark Side of the Moon merupakan album sanggar kedelapan oleh band rock Inggris Pink Floyd, diluncurkan pada 1 Maret 1973 oleh Harvest Records. Paling utama dibesarkan sepanjang pementasan live, band ini menayangkan tipe dini rekaman sebagian bulan saat sebelum rekaman diawali. Rekaman ini disusun selaku album yang berpusat pada titik berat yang dialami oleh band sepanjang style hidup mereka yang susah, serta menanggulangi permasalahan kesehatan psikologis yang dirasakan oleh mantan badan band Syd Barrett, yang pergi dari tim pada tahun 1968. Modul terkini direkam dalam 2 tahap pada tahun 1972 serta 1973 di Abbey Road Studios di London.

Rekaman ini dibentuk di atas gagasan yang dieksplorasi dalam rekaman serta pementasan Pink Floyd tadinya, sedangkan melenyapkan instrumental bonus yang jadi karakteristik buatan mereka tadinya. Golongan ini bertugas rekaman multitrack, rekaman loop, serta synthesizer analog, tercantum penelitian dengan EMS VCS 3 serta Synthi A. Insinyur Alan Parsons bertanggung jawab atas banyak pandangan sonik serta perekrutan biduan Clare Torry, yang tampak di” The Great Gig in the Sky”.

The Dark Side of the Moon merupakan salah satu rekaman yang sangat diakui dengan cara kritis dalam histori, kerap kali diperlihatkan dalam catatan handal album terbanyak sejauh era. Rekor itu menolong bawa Pink Floyd ke kemasyhuran global, bawa kekayaan serta pengakuan pada keempat anggotanya. Suatu blockbuster luncurkan dari masa album, pula mendesak pemasaran rekaman di semua pabrik nada sepanjang tahun 1970- an. Album ini sudah disertifikasi 14× platinum di Inggris Raya, serta mendiami pucuk tangga lagu Maksimum LP& Tapes Billboard AS, di mana beliau sudah melukiskan sepanjang 957 minggu dengan cara keseluruhan. Dengan ditaksir pemasaran lebih dari 45 juta kopi, ini merupakan album Pink Floyd yang sangat berhasil dengan cara menguntungkan, serta salah satu album terlaris di semua dunia. Pada 2013, itu diseleksi buat pelanggengan di Registri Rekaman Nasional Amerika Sindikat oleh Library of Congress sebab dikira” penting dengan cara adat, histori, ataupun estetika”.

4. Another Brick In The Wall (Part II) – The Wall tahun 1979
Roger Waters menulis lagu ini bersumber pada pemikirannya kepada bumi pembelajaran di Inggris. Dengan cara tidak langsung Another Brick In The Wall( Part II) terbuat buat menyindir para guru yang lebih senang memerintahkan muridnya buat bungkam dari mengajari mereka. Lagu ini mengenakan sebagian anak selaku paduan suara serta beat disco, menaikkan opini makar pada banyak orang yang berupaya” mengendalikan” tercantum penguasa Inggris kala itu.

5. Money – Dark Side of the Moon tahun 1973
The Dark Side of the Moon merupakan album studio kedelapan oleh band rock Inggris Pink Floyd, diluncurkan pada 1 Maret 1973 oleh Harvest Records. Paling utama dibesarkan sepanjang pementasan live, band ini menayangkan tipe dini rekaman sebagian bulan saat sebelum rekaman diawali. Rekaman ini disusun selaku album yang berpusat pada titik berat yang dialami oleh band sepanjang style hidup mereka yang susah, serta menanggulangi permasalahan kesehatan psikologis yang dirasakan oleh mantan badan band Syd Barrett, yang pergi dari tim pada tahun 1968. Modul terkini direkam dalam 2 tahap pada tahun 1972 serta 1973 di Abbey Road Studios di London.

Rekaman ini dibentuk di atas gagasan yang dieksplorasi dalam rekaman serta pementasan Pink Floyd tadinya, sedangkan melenyapkan instrumental bonus yang jadi karakteristik buatan mereka tadinya. Golongan ini bertugas rekaman multitrack, rekaman loop, serta synthesizer analog, tercantum penelitian dengan EMS VCS 3 serta Synthi A. Insinyur Alan Parsons bertanggung jawab atas banyak pandangan sonik serta perekrutan vokalis Clare Torry, yang tampak di” The Great Gig in the Sky”.

Baca Juga : Album Band Mecano Yang Legendaris Di Negara Lain

Suatu album rancangan, Bagian Hitam Bulan mempelajari tema- tema semacam bentrokan, keserakahan, durasi, kematian, serta penyakit psikologis. Kutipan dari tanya jawab dengan kerabat kerja band diperlihatkan di sisi cuplikan filosofis. Tangan, yang melukiskan cakupan prisma, didesain oleh Storm Thorgerson selaku asumsi atas permohonan keyboardist Richard Wright buat konsep” simpel serta berani”, yang menggantikan pencerahan band serta tema album. Album ini dipromosikan dengan 2 single:” Money” serta” Us and Them”.

Gila Serta Bersinar Untuk Menghidupi Pink Floyd
Artikel

Gila Serta Bersinar Untuk Menghidupi Pink Floyd

pinkfloyd-co – Pink Floyd mengeluarkan” Wish You Were Here” pada 12 September 1975. Dalam durasi pendek, 25 September, album itu sukses memuncaki tangga lagu Amerika Sindikat( AS).” Wish You Were Here” merupakan buatan besar sekalian cerminan sangat mengenaskan dari ekspedisi Pink Floyd. Roger Waters serta kawan- kawan menanamkan jiwa Syd Barrett di dalam album itu. Jiwa asli Pink Floyd. Bakat bercahaya yang dirundung kegilaan. Memandang Pink Floyd tanpa Syd Barrett serupa dengan tidak memandang apa- apa. Nick Mason, drumer band menguak keganjilan kekal pada Syd yang genius. Statment itu dibeberkan Mason tahun kemudian, berakhir mengadakan salah satu konser dari susunan turnya, Nick Masons Saucerful of Secrets.

Gila Serta Bersinar Untuk Menghidupi Pink Floyd

Gila Serta Bersinar Untuk Menghidupi Pink Floyd

” Tanpa Syd Barret, tidak hendak terdapat satu juga dari kita( band serta pemirsa) di mari, hari ini,” kata Mason di Paramount Theater, Seattle, Amerika Sindikat, diambil dari Something Else!, Jumat, 25 September. Pasti saja. Syd merupakan personel yang mendirikan Pink Floyd bersama Waters. Syd pula donor lagu sangat banyak di masa- masa dini kedatangan band. Apalagi, album kesatu Pink Floyd yang diluncurkan 1967,” The Piper at the Gates of Dawn” diisi oleh kekuasaan musikalitas Syd. Syd menghasilkan banyak lagu dalam album itu. Beliau pula mengetuai band selaku pengisi bunyi penting. Serta yang sangat eksklusif merupakan gimana Syd mempelajari seluruh wujud sound gitarnya dalam album itu.

Gila Serta Bersinar Untuk Menghidupi Pink Floyd – Investigasi sangat mengasyikkan yang dicoba Syd pada album itu bisa didengar di dalam lagu Interstellar Overdrive. Dalam tahap instrumental itu Syd membilai layer- layer noise serta ambience yang amat khas. Tidak hanya itu kita pula bisa mengikuti gimana Syd memperkenalkan suara abnormal serta misterius dari gitarnya. Tidak tahu apa yang dicoba Syd dalam tahap rekaman. Karena yang terbayangkan malah style khas Syd yang sering memainkan korek api Zippo di sela- sela fret Fender Esquire kepunyaannya.

Baca Juga : Sejarah Tentang Band Pink Floyd Yang Mendunia

Pengaruhnya Syd terhadap Pink Floyd
Syd Barret merupakan pengarang melirik orisinil sekalian gitaris inovatif. Beliau salah satu pelopor yang melestarikan game suara gitar sonikal. Pengaruhnya kepada musisi angkatan 60- an lumayan besar. Apalagi, Paul McCartney serta Pete Townsend merupakan 2 julukan besar yang jadi penggemar Syd. Untuk Pink Floyd, Syd merupakan jiwa asli. Beliau tidak menghabiskan banyak durasi bersama Pink Floyd. Apalagi” The Piper at the Gates of Dawn” jadi salah satunya album sanggar Pink Floyd bersama Syd. Tetapi, Syd tidak sempat lenyap dari isi kepala Roger Waters, Nick Mason, atau Richard Wright.

Juga untuk David Gilmour, personel sangat termuda yang mengambil alih posisi Syd selaku gitaris serta vokalis penting. Gilmour serta Syd memanglah tidak bertugas serupa di Pink Floyd. Tetapi keduanya sudah silih memahami. Gilmour serta Syd berjumpa di suatu universitas di Cambridge tahun 1962. Keduanya pula luang main nada bersama dekat tahun 1965. Terpaut kuatnya akibat Syd pada Pink Floyd, Roger, dalam suatu peluang berkata, kegeniusan Syd jadi gagasan besar dalam 3 album tersukses Pink Floyd:” Dark Side of the Moon”( 1973),” Wish You Were Here”( 1975) serta” The Wall”( 1979).

Tidak cuma kegeniusan Syd. Pink Floyd pula menghasilkan situasi psikologis Syd gagasan. Dalam” Dark Side of the Moon”, Roger serta kawan- kawan mengangkut bagian neurotik serta situasi psikologis Syd. Apalagi, di album” Wish You Were Here”, Rogers serta kawan- kawan menghasilkan Syd selaku gagasan penting. Album itu menceritakan banyak mengenai Syd. Wujud pengabdian serta kerinduan Pink Floyd pada Syd. Syd berangkat meninggalkan Pink Floyd dalam situasi yang sedemikian itu susah. Beliau wajib” dibuang” di tengah menanjaknya ketenaran band yang beliau bangun dengan tangannya sendiri. Kendala psikologis yang dipicu ketergantungan Syd pada LSD( Lysergyc Acid Diethylamide) jadi pemicu.

Banyak pemikiran yang melukiskan situasi psikologis Syd. Tetapi, yang sangat hebat merupakan gimana narkoba psikedelik itu mempengaruhi aksi Syd yang tidak terkendali. Kendala psikologis itu membuat semua personel Pink Floyd takut. Juga dengan semua manajemen yang menopang kemasyhuran band. Mereka takut kendala Syd berakibat kurang baik untuk karir Pink Floyd. Puncak dari seluruh kebingungan itu terjalin pada Maret 1968. Kala itu Roger serta kawan- kawan terdesak melenyapkan seluruh kedudukan Syd dalam band, bagus buat tahap sanggar ataupun juga konser. Hari itu jadi legalitas keluarnya Syd dari Pink Floyd.

Syd sejatinya luang menelurkan 2 album solo. Tetapi, buatan itu tidak lumayan buat mengembalikan kariernya. Apalagi, sesudah keberangkatan itu, Peter Jenner, administrator Pink Floyd luang merangkul Syd kembali. Beliau memastikan Syd buat mengosongkan durasi di Abbey Road pada Agustus 1974 buat kembali bermusik. Namun tahap itu menyudahi sehabis 3 hari tanpa hasil.

Baca Juga : Band Rock Korea Yang Tidak Kalah Keren Dari Idol Kpop

– Kembalinya Pink Floyd ke studio
Setelahnya, Pink Floyd kembali ke sanggar buat album” Wish You Were Here”. Shine On You Crazy Diamond merupakan mengenai Syd. Jalan yang jadi pembuka sekalian penutup album merupakan representasi Roger serta kawan- kawan mengenai Syd serta antusiasnya yang lenyap buat selamanya. Bakat luar lazim yang dirundung kegilaan. Sedemikian itu pula dengan jalan Wish You Were Here. Bila Shine On You Crazy Diamond merupakan Syd. Hingga Wish You Were Here merupakan Pink Floyd tanpa Syd. Wish You Were Here dibuka dengan suara penyetelan radio dari jalan tadinya, Have A Cigar. Roger memohon Gilmour bermain pada intro gitar akustik 12 senar yang lembut. Tujuannya supaya” terdengar semacam lagu awal di radio, dengan satu orang bersandar di ruangan itu, main gitar sembari mencermati radio,” tutur Gilmour, diambil Radio X, Jumat, 25 September.

Roger selaku pengarang melirik berkata lagu itu sedemikian itu perorangan menurutnya. Saking personalnya, lagu itu beliau mengadakan dengan sedemikian itu bebas, gampang, serta jujur.“ Aku memainkan sebagian akor serta menulis lagu dengan amat, amat kilat, seingat aku. Bisa jadi dalam satu jam. Itu merupakan salah satu dikala senang kala gerakan pemahaman bertugas, serta perkata juga pergi,” tutur Waters tahun 2017. Betul, memanglah. Wish You Were Here dilandasi insiden perorangan yang menyangkutkan Waters dengan Syd. Dalam asal usul jauh, keduanya merupakan penggagas penting Pink Floyd. Roger serta Syd pula ialah akrab semenjak kecil. Dalam narasi yang lebih pendek, kesedihan perorangan Roger rusak dalam tahap rekaman Pink Floyd di Abbey Road.

Hari itu merupakan 5 Juni 1975, kala seluruh personel merekam lagu buat Syd, Shine On You Crazy Diamond di Abbey Road. Di tengah tahap itu, seseorang laki- laki gendut, gundul yang bawa kantung plastik masuk ke dalam sanggar. Para personel mengetahui kedatangan laki- laki itu, walaupun tidak mengidentifikasi kalau wujud itu sesungguhnya merupakan Syd. Tahap rekaman berjalan, sampai Syd berangkat dari panggung. Para personel terkini mengenali laki- laki itu Syd kala seseorang karyawan EMI Records memberitahu mereka di akhir tahap rekaman. Kehadiran fantastis Syd yang tidak diketahui itu membuat Roger sedemikian itu terserang. Air matanya apalagi menetes. Berakhir peristiwa seperti itu Roger setelah itu menulis Wish You Were Here.

Di lain bagian, tahap rekaman Wish You Were Here” menyadarkan Pink Floyd” kalau mereka sudah habis. Tahap rekaman itu berjalan dengan semua personel bersama- sama di sanggar. Tetapi, tiap- tiap personel merasakan koneksi yang putus antara satu serta yang lain. Wish You Were Here tidak cuma pucuk kesedihan dari ikatan Pink Floyd serta Syd, tetapi pula momen runtuhnya etika kegiatan hikayat psikedelik rock bumi itu.

Roger meninggalkan Pink Floyd 10 tahun setelah itu, sehabis perampasan kewenangan waktu jauh dengan Gilmour menggapai titik didihnya. Permasalahan majelis hukum yang kurang baik menyusul, dengan Roger berupaya membubarkan tim dengan cara permanen serta Gilmour mau menjaga hak atas julukan Pink Floyd. Gilmour berhasil. Tetapi Pink Floyd tidak sempat betul- betul terasa semacam Pink Floyd lagi. Paling tidak tidak hingga Juli 2005, kala Roger berasosiasi kembali dengan kawan band lamanya buat performa reuni di pergelaran Live 8 London. Reuni yang pula tidak lengkap- lengkap amat sebab tidak dihadiri Richard Wright.

“ Sesungguhnya amat penuh emosi, berdiri di mari bersama banyak orang ini sehabis bertahun- tahun,” tutur Roger di tengah- tengah susunan 4 lagu band.” Kita melaksanakan ini buat seluruh orang yang tidak terdapat di mari. Serta spesialnya, pasti saja, buat Syd.”

Sejarah Tentang Band Pink Floyd Yang Mendunia
Sejarah

Sejarah Tentang Band Pink Floyd Yang Mendunia

pinkfloyd-co – Pink Floyd (Pink Floyd) adalah rock psikedelik Inggris dan band rock progresif yang didirikan pada tahun 1971. Grup ini terkenal dengan karya-karyanya yang berlebihan, lirik filosofis, sampul album yang indah, dan konser akbar. Pink Floyd merupakan salah satu band rock sangat berhasil dengan cara menguntungkan serta dikala ini menaiki tingkatan ketujuh dalam jumlah album yang terjual di semua bumi. Mereka berdiri pada tahun 1965, serta terakhir kali mereka merekam album merupakan pada tahun 2014.

Sejarah Tentang Band Pink Floyd Yang Mendunia

– Mengulik tentang sejarahnya

Sejarah Tentang Band Pink Floyd Yang Mendunia – Pink Floyd berawal dari band- band tadinya yang bernama antara lain Sigma 6, T- Set, Meggadeaths, The Screaming Abdabs, The Architectural Abdabs serta The Abdabs. Setelah itu band ini diberi julukan terkini The Pink Floyd Sound serta setelah itu The Pink Floyd. Saat sebelum mengeluarkan album awal julukan ini telah dipersingkat kembali jadi Pink Floyd. Asal julukan ini merupakan 2 musisi blues Pink Anderson serta Floyd Council.

Mereka dini mulanya terdiri dari Bob Klose( gitar), Syd Barrett( suara, gitar), Richard Wright( keyboards), Roger Waters( bass dan gitar acoustic) dan Nick Mason( drums). Mereka menyanyikan lagu- lagu cover rhythm and blues sejenis” Louie, Louie”. Barrett sehabis itu menulis lagu- lagu yang dipengaruhi adat surfing dari Amerika, rock psychedelic dan kocak dan kesusastraan Inggris. Bob Klose merasa kurang sesuai dengan arah ini serta meninggalkan band. Dalam wujud kuartet mereka lumayan alami serta sesudah itu mereka membuat Blackhill Enterprises, suatu kerjasama pandangan usaha yang menyangkutkan 6 orang yang terdiri dari keempat personel ditambah kedua administrator mereka Peter Jenner dan Andrew King.

Dikeluarkan pada bulan Agustus 1967, album awal The Piper at the Gates of Dawn dikira selaku salah satu ilustrasi terbaik nada psychedelic dari Inggris. Lagu- lagu album ini merupakan kombinasi bermacam music, dari lagu berupa leluasa avant garde” Interstellar Overdrive” hingga lagu yang berwarna melankolis semacam” Scarecrow”( terilhami oleh wilayah pedesaan Fenlands di dekat kota kelahiran Barrett, Cambridge). Album ini terjual laris serta menggapai tingkatan keenam di Inggris. serta syd barret pula menghasilkan single pada tahun 68 apples and oranges namun kurang laku

Baca Juga : Mengenal Sejarah Musik Keroncong dan Alat Musiknya

– Bergabungnya David Gilmour
Pada bulan Januari 1968, gitaris David Gilmour berasosiasi buat mengambil alih Barrett yang situasi kejiwaannya amat tidak normal serta sudah memburuk sepanjang sebagian bulan. Pada awal mulanya mereka berambisi Barrett hendak membaik serta kembali mengetuai band, namun ditambah dengan pemakaian LSD beliau terus menjadi tidak teratasi, kerap memandang ke awang- awang sepanjang konser. Ini mengganggu performa konser mereka hingga pada kesimpulannya Barrett tidak dibawa lagi ke pentas. Sehabis Barrett sah pergi pada bulan April 1968, Jenner serta King menyudahi buat bertahan dengannya serta Blackhill Enterprises juga dibubarkan.

Meski Barrett sudah menulis beberapa besar lagu- lagu di album awal, buat album kedua A Saucerful of Secrets( Juni 1968) beliau cuma menulis satu lagu” Jugband Blues”. Album ini mencapai tangga ke- 9 di Inggris. Sehabis soundtrack film More, album berikutnya merupakan album dobel Ummagumma yang beberapa direkam di club rock Mothers di Birmingham serta beberapa lagi di Manchester. Buat album ini tiap- tiap badan merekam cetak biru solo buat satu bagian cakram gelap( istri Mason tampak dengan cara anonom selaku pemeran seruling), setelah itu ditambah sebagian track rekaman konser. Album yang diluncurkan pada tahun 1969 ini jadi album mereka yang sangat sukses hingga dikala itu, menggapai no 5 di Inggris serta 70 di Amerika. Molekul Heart Mother( 1970) kesimpulannya jadi album awal mereka yang menggapai puncak tangga di Inggris, meski Gilmour sendiri mengatakan album ini selaku suatu band yang” menabrak- nabrak di kemalaman”. Walaupun begitu, di album inilah buat awal kalinya arah band ini mulai terdengar, semacam misalnya lagu” Molekul Heart Mother Suite” yang panjangnya 23 menit dengan akibat nada simfoni, dibantu oleh orkestrasi Ron Geesin.

Style ini jadi terus menjadi terfokus di album Meddle( 1971), dengan epik” Echoes” yang bertempo 23 menit. Dalam lagu ini mereka memakai synthisizer VCS3 dari Zinovieff buat awal kali, tidak hanya pula theremin buat bagian tengahnya yang berwarna luar angkasa). Album ini pula memiliki lagu” One of These Days” yang terkenal buat konser- konser( lagu ini cuma mempunyai satu baris melirik yang dinyanyikan berkali- kali dengan suara terdistorsi” One of these days, Im going to cut you into little pieces” yang ditulis oleh Nick Mason serta setelah itu berpindah ke lagu tema seri tv Doctor World Health Organization) serta lagu pop- jazz” San Tropez”. Bersemangat eksperimentasi mereka pula mulai didengar pada ” Seamus”( kepala karangan dini” Mademoiselle Nobs”), lagu blues isinya menggunakan suara lolongan anjing dengan jenis Russian wolfhound). Saat masa ini mulai terlihat jika aktor bass Roger Waters mulai mengambil ubah kepemimpinan band dalam pandangan bunyi dan melihat. Misalnya beliau menulis lagu” San Tropez” dalam wujud telah nyaris jadi serta partisipasi badan yang lain jadi sedikit. Pink Floyd menggapai tingkatan ketiga di Inggris buat Meddle.

Pada tahun 1972 mereka mengeluarkan Obscured by Clouds selaku soundtrack film La Vallee serta masuk ke tangga US Maksimum 50 serta tangga keenam di negeri mereka sendiri.

Baca Juga : Pink Floyd Band Keren Buming Pada Zamanya Dengan Vokalis Yang Gila

– Salah satu album yang berjaya pada masanya yang berjudul
Meski mereka bukan band yang pemasaran albumnya lazim didongkrak dengan pemasaran single, album berikutnya Dark Side of the Moon( 1973) memiliki hit Maksimum 20 di Amerika Money serta album itu sendiri kesimpulannya menggapai pucuk charts serta bertahan di US Maksimum 200 sepanjang 741 minggu( tercantum 591 minggu beruntun dari 1973 hingga 1988), membongkar banyak rekor serta buatnya jadi salah satu album sangat laris di bumi. Dark Side of the Moon merupakan album rancangan dengan tema hal tekanan- tekanan kehidupan modern.

Perihal inilah yang mendesak mereka buat menulis lagu- lagu: speak to me merupakan dini kita sedang bocah belum dapat ucapan Breathe( in the air) Mengenai kita yang telah dapat ucapan serta On The Run” mengenai kita yang udah dapat berjalan,” TIME merupakan mengenai kehidupan terkini serta kita senantiasa dikejar oleh durasi, apalagi oleh debar jantung kita sendiri” The Great Gig in the Sky” merupakan mengenai kehidupan lain sehabis kematian, serta memastikan kita mengapa kita wajib khawatir mati?( And I am not frightened of dying, any time will do I don’ t mind. Why should I be frightened of dying? There’ s nomor reason for it, you’ ve gotta go sometime.

I never said I was frightened of dying), bertepatan lagu ini pula terletak di bagian akhir pada tipe LP, jadi representasi dari suatu akhir, namun mengarah perihal yang terkini serta MONEY merupakan mengenai duit& pasar leluasa tidaklah balasan atas seluruh bentrokan& permasalahan yang terdapat, serta duit tidaklah segala- galanya( money it’ s a gas, money it’ s a crime, is the root of all evil today) serta Us and Them” hal bentrokan kekerasan( sesungguhnya lagu ini buat bapaknya roger waters yang mati di dalam perang bumi) serta any colour you like artinya merupakan peralihan buat membuktikan amarah serta brain damage merupakan pucuk amarah serta marah serta eclipse merupakan pucuk dari seluruhnya Perlengkapan rekaman 10 track yang modern di Sanggar Abbey Road serta kegiatan keras Alan Parsons membuat album ini terdengar amat bening.

Dark Side of the Moon serta ketiga album berikutnya( Wish You Were Here, Anim als serta The Wall) dikira oleh banyak pihak selaku pucuk karir Pink Floyd. Wish You Were Here dikeluarkan pada tahun 1975 serta bertemakan” ketidakhadiran”. Misalnya lagu” Shine on You Crazy Diamond” merupakan hal badan mereka yang telah angkat kaki Syd Barrett serta situasi kesehatan jiwanya. Album ini pula memiliki lagu- lagu epik” Welcome to the Machine” serta” Have a Cigar”. Pink Floyd menggapai pucuk tangga bagus di Inggris serta Amerika buat album ini.

Kala mereka menghasilkan Animals di bulan Januari 1977, Amerika#2 serta Inggris#3, mereka mulai dikritik oleh golongan punk rock yang mulai bangun dikala itu selaku musisi yang keras kepala serta sudah melenceng dari antusias rock and roll awal. Animals memiliki lagu- lagu yang diilhami oleh novel Animal Farm buatan George Orwell, misalnya” Pigs on the Wing”,” Dogs” serta” Sheep”. Animals mempunyai lebih banyak suara gitar dibanding album- album tadinya( bisa jadi selaku balasan buat komunitas punk) serta di mari pula mulai terjalin keretakan antara Roger Waters serta pemeran keyboards Rick Wright yang tidak mengamalkan satu lagupun buat album ini serta album ini merupakan album yang amat underrated.

Opera rock The Wall dari tahun 1979, ditulis paling utama oleh Waters, melontarkan kembali julukan Pink Floyd serta berikan mereka satu lagi lagu hit” Another Brick in the Wall, Part II” yang liriknya mengritik sistem pembelajaran. Tidak hanya itu album ini menggapai no 3 di negeri asal mereka serta bercokol di puncak tangga Amerika sepanjang 15 minggu. Lagu” Comfortably Numb”, meski tidak sempat diluncurkan selaku single, sedang kerap diputar di radio- radio dikala ini serta ialah salah satu lagu Pink Floyd yang sangat populer.

Rekreasi buat mensupport album ini jadi amat mahal alhasil mereka hampir cedera jika tidak ditolong dengan pemasaran album. Saat ini Waters terus menjadi memimpin band, serta menimbulkan bentrokan dengan anggota- anggota yang lain yang berpuncak pada Wright dihentikan dari band. Wright setelah itu jadi musisi biaya buat sebagian konser band. Ironisnya, Wright merupakan salah satunya badan yang mencapai profit keuangan dari rekreasi The Wall, yang yang lain wajib menutup kehilangan bayaran yang membesar. Album ini di ko- produksi oleh Bob Ezrin, sahabat Waters yang pula turut menulis” The Trial” tetapi setelah itu ditendang pergi oleh Waters sebab tidak terencana membongkar rahasia album pada saudaranya yang reporter.

Pink Floyd Band Keren Buming Pada Zamanya Dengan Vokalis Yang Gila
Artikel

Pink Floyd Band Keren Buming Pada Zamanya Dengan Vokalis Yang Gila

pinkfloyd – Pink Floyd merupakan band psychedelic rock serta Progressive rock pada tahun 1971 asal Inggris yang populer sebab aransemen lagu- lagunya yang berlagak berlebihan, melirik lagunya yang beraroma filosofis, sampul- sampul albumnya yang bagus serta konser- konsernya yang mewah. Pink Floyd merupakan salah satu golongan nada rock yang sangat berhasil dengan cara menguntungkan, pada dikala ini terletak di tingkatan ketujuh dalam jumlah album terjual di semua bumi. Mereka dibangun pada 1965 serta terakhir merekam album sanggar pada tahun 2014.

Mencermati nada Pink Floyd angan- angan dirangsang buat bepergian. Aksen rock liberal yang dihiasi bunyi- bunyi eksperimental, membuat batin penasaran sekalian bergerak. Terlebih apabila memperhatikan dalam liriknya yang mempuyai makna, kita merasa diperkaya khasanah batin ini. Dengan cara totalitas, kala didengarkan saat ini, opini nada band ini seakan bukan dari era kemudian. Terlebih apabila menyimak film panggung panggungnya yang berlimpah dengan game lampu terbaik di masanya. Sementara itu, Pink Floyd berdiri pada 1965. Inilah salah satu band tersukses dengan cara komersil serta sangat mempengaruhi dalam asal usul nada modern.

Pink Floyd Band Keren Buming Pada Zamanya Dengan Vokalis Yang Gila – Pink Floyd merupakan pelopor dalam nada live yang inovatif, serta populer sebab pementasan panggungnya yang elegan. Band ini mencampurkan nada dengan pengalaman visual yang intens. Campuran nada serta visual Pink Floyd jadi standar besar untuk musisi rock. Tidak hanya visual, Pink Floyd mematok standar mutu suara dengan pemakaian dampak suara yang inovatif serta sistem speaker panning quadrophonic. Konsernya di Amerika serta Inggris dihadiri pada umumnya dekat 95. 000 sampai di atas 100. 000 pemirsa..

Pink Floyd Band Keren Buming Pada Zamanya Dengan Vokalis Yang Gila

Pink Floyd Band Keren Buming Pada Zamanya Dengan Vokalis Yang Gila

– Keanggotaan Pink Floyd
Pink Floyd dibuat oleh Syd Barrett( gitar, bunyi penting), Nick Mason( drum), Roger Waters( bass, bunyi), serta Richard Wright( keyboard, bunyi). Di dasar kepemimpinan Barrett, band ini mengeluarkan 2 single charting serta album debut yang berhasil, The Piper at the Gates of Dawn( 1967). Gitaris serta vokalis David Gilmour berasosiasi pada Desember 1967, menjelang keberangkatan Barrett pada April 1968 sebab memburuknya kesehatan mentalnya.

Waters setelah itu jadi pengarang melirik serta atasan Pink Floyd, yang mengkomandoi rancangan di balik album The Dark Side of the Moon( 1973), Wish You Were Here( 1975), Animals( 1977), The Wall( 1979), serta The Akhir Cut( 1983). Band ini pula menata sebagian nada buat film. Sehabis terjalin ikatan yang kurang serasi dengan badan yang lain, Wright meninggalkan Pink Floyd pada tahun 1979, diiringi oleh Waters pada tahun 1985. Gilmour serta Mason meneruskan kiprah Pink Floyd, serta Wright setelah itu berasosiasi kembali. Ketiganya menciptakan 2 album lagi: A Momentary Lapse of Reason( 1987) serta The Division Bell( 1994). Mereka pula mengadakan rekreasi buat advertensi 2 album itu saat sebelum merambah rentang waktu hampa yang lama.

Pada tahun 2005, seluruh bersuatu kembali( melainkan Barrett) buat show satu kali di kegiatan Live 8. Barrett tewas pada tahun 2006, serta Wright tewas pada tahun 2008. Album sanggar Pink Floyd terakhir, The Endless River( 2014), didasarkan pada modul yang belum diluncurkan dari tahap rekaman album Division Bell. Pink Floyd merupakan salah satu golongan psychedelia( nada yang dipengaruhi obat- obatan) Inggris awal, serta dikira merintis progressive rock dan nada ambient.

4 albumnya sempat mendiami pucuk tangga lagu AS serta Inggris, sebaliknya lagu“ See Emily Play”( 1967) serta“ Another Brick in the Wall, Part 2”( 1979) masuk maksimum 10 single di Inggris serta AS. Band ini dinobatkan ke dalam Hall of Fame Rock and Roll AS pada tahun 1996 serta Hall of Fame Nada Inggris pada tahun 2005. Sampai tahun 2013, Pink Floyd sudah menjual lebih dari 250 juta album di semua bumi, dengan The Dark Side of the Moon serta The Wall jadi 2 album terlaris sejauh era.

Baca Juga : Hal Menarik Tentang The Dark Side of the Moon Milik Pink Floyd

– Sebuah masalah yang dialami oleh salah satu personilnya yaitu Barret
Di akhir tahun 1967 serta awal tahun 1968, situasi psikologis Barrett terus menjadi tidak tentu. Diprediksi dampak pemakaian obat- obatan psikedelik semacam LSD. Terdapat pula pemikiran kalau beliau mengidap skizofrenia( sakit jiwa ringan). Barrett sebelumnya orang yang riang, ramah, serta ekstrovert( terbuka). Tetapi, beliau jadi terus menjadi terhimpit serta menarik diri dengan cara sosial( introvert), hadapi bayang- bayang, perkataannya tidak tertib, hadapi penyimpangan ingatan, serta pergantian atmosfer batin yang membebani.

Barrett kerap lenyap sepanjang akhir minggu serta kembali selaku“ orang yang serupa sekali berlainan.” Salah satu karakteristik mencolok perubahannya merupakan pandangan mata kosong. Ia juga tidak mengidentifikasi sahabatnya, serta kerap tidak ketahui di mana ia terletak. Dikala rekreasi di Los Angeles, Barrett menganjurkan,“ Astaga, sangat mengasyikkan terletak di Las Vegas!” Kadangkala di atas pentas beliau cuma mengenakan satu chord buat semua konser, ataupun tidak memainkan gitarnya serupa sekali.

Pada suatu pementasan di The Fillmore di San Francisco, sepanjang pementasan“ Interstellar Overdrive”, Barrett lambat- laun menjauhkan gitarnya. Pemirsa tidak mengetahui permasalahan psikologis Barrett serta menyangka itu gimmick yang lucu. Diwawancarai di kegiatan Pat Boone sepanjang rekreasi, balasan Barrett buat persoalan Boone merupakan“ pandangan kosong serta betul- betul gagu”. Untuk Mason Syd bibirnya tidak bergerak pada hari itu. Barrett pula sering kurang ingat untuk bawa alatnya berupa gitar menuju ke konser, mengusik perkakas, dan sering- kali tidak bisa memegang pick- nya.

Saat sebelum panggung pada akhir tahun 1967, Barrett dikabarkan memusnahkan pil obat penenang Mandrax serta botol Brylcreem ke rambutnya, yang setelah itu melebur di mukanya di bawah panasnya penerangan panggung, buatnya nampak semacam“ lilin bercelup”. Tetapi, Mason menyangkal bagian Mandrax dari narasi itu. Roger Keith‘ Syd’ Barrett wafat tahun 2006 dalam umur 60 tahun sebab kanker pankreas.

Baca Juga : Mengenal Sejarah Musik Keroncong dan Alat Musiknya

– Solo karirnya Barret
Barrett mengawali pekerjaan solonya pada tahun 1969 dengan singel“ Octopus” dari album solo pertamanya The Madcap Laughs( 1970). Album itu direkam sepanjang satu tahun dengan 5 produser yang berlainan, tercantum mantan badan band Pink Floyd, David Gilmour serta Roger Waters. Ia merekam serta mengeluarkan satu album lagi, Barrett( 1970), pula dibuat oleh Gilmour, dengan partisipasi dari keyboardist Pink Floyd, Richard Wright.

Pada tahun 1972, Barrett meninggalkan pabrik nada, pensiun dari kehidupan khalayak serta dengan cara kencang melindungi privasinya hingga kepergiannya. Saat sebelum tewas bumi, ia lalu melukis serta membaktikan dirinya buat bercocok tanam. Pink Floyd melaksanakan sebagian penghormatan kepadanya, tercantum lagu tahun 1975“ Shine On You Crazy Diamond” serta opera rock tahun 1979 The Wall. Pada tahun 1988, EMI mengeluarkan album yang terdiri atas lagu yang belum diluncurkan, Opel, dengan persetujuan Barrett.

Hal Menarik Tentang The Dark Side of the Moon Milik Pink Floyd
Artikel Blog Konser Lagu Multimedia

Hal Menarik Tentang The Dark Side of the Moon Milik Pink Floyd

Hal Menarik Tentang The Dark Side of the Moon Milik Pink Floyd – Anda mengenal Pink Floyd dari beberapa lagu seperti Another Brick in the Wall. Lagu ini memiliki video yang unik dan provokatif. Akan tetapi, band masih memiliki album lain yang perlu didengarkan jika ingin mengerti lebih lanjut tentang Pink Floyd. Namun, Anda harus memulai dari the Dark Side of the Moon.

Ini bukan album pertama sebab dikeluarkan tahun 1973. Sebagai informasi, Pink Floyd memproduksi rilisan pertama tahun 1968. Ada sekitar lima tahun untuk bisa sukses. Setelah album ini, beberapa rilisan berikutnya berhasil menjadi populer terutama the Wall.

Ada beberapa hal menarik terkait album ini. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak penjelasan berikut ini.

– Album yang membawa keberuntungan
Banyak yang tidak menyangka kalau album ini menjadi sukses. Orang-orang bahkan tidak mengindahkan eksistensi Pink Floyd. Seperti yang telah diketahui, band ini memainkan musik yang bukan mainstream. Para penikmat umum masih ragu untuk mencoba hal baru. Kondisi ini sebenarnya sudah mendapat perhatian khusus. Setelah david Gilmour masuk menggantikan Barrett, para member sepakat untuk mengubah gaya tetapi masih memiliki konsep yang cenderung sama.

The Dark Side of the Moon berhasil masuk di tangga teratas di beberapa negara termasuk Amerika Serikat. Saat ini, Amerika memiliki resistensi cukup kuat terhadap musisi asing. Artinya, hanya lagu dan album berkualitas berhak mendapatkan porsi penyiaran. Inilah yang terjadi dengan Pink Floyd.

– The Eclipse
Dari hasil wawancara dan informasi internal, nama album ini sebelumnya adalah The Eclipse. Penamaan ini sangat sederhana dan mudah diingat. Namun, pihak band mengubah ke nama yang saat ini dikenal secara luas.

– Roger Waters sebagai penulis seluruh lirik
Yang menarik dari album tersebut adalah penulis lirik hanya satu orang. Hal ini sangat berbeda dari sebelumnya. Roger Waters yang pernah bekerja diperusahaan ini, bertanggung jawab untuk memberikan lirik ke mayoritas lagu di album tersebut. Sebelumnya, Waters harus berbagi fungsi dan tugas dengan pendiri awal band ini.

Di album berikutnya yaitu Wish You Were Here, band tetap memakai Waters sebagai penulis lagu. Akan tetapi, beberapa anggota juga memiliki kontribusi. Salah satunya adalah Gilmour sebagai vokalis. Keduanya menjadikan Pink Floyd sebagai band ternama dan patut diperhitungkan di kancah musik internasional.

– Tema lebih variatif
Hal menarik lain dari Pink Floyd dan album ini adalah tema. Setiap lagu mengusung tema tersendiri seperti kehidupan, kebebasan, uang, kritik sosial, dan masih banyak lagi. Tema ini sangat penting ketika akan melakukan konstruksi sebuah lagu. Sebagai penulis, Waters memilih beberapa tema khusus lalu menjadikannya sebagai judul. Anda akan mendengar variasi yang menarik di album tersebut. Hal yang sama juga berlaku untuk rilisan selanjutnya bahkan The Wall tahun 1978 menjadi album dengan penjualan terbanyak.

– Transisi Pink Floyd ke musik dan gaya familiar
The Dark Side of the Moon menunjukkan bahwa band bisa menyesuaikan dengan tren tetapi tetap mempertahankan identitas diri. Gaya bermusik yang baru memberikan kesuksesan. Akan tetapi, Pink Floyd menjadi pionir di bidang genre tertentu. Mereka selalu memberikan hal baru sehingga setiap album memiliki keunikan tersendiri.

Bagi penggemar berat Pink Floyd, ulasan diatas sangat penting dan berguna. Untuk yang baru mengenal, Anda membutuhkan waktu untuk mengetahui lebih lanjut. Mendengar dari album tersukses merupakan cara terbaik.

Cara Mengenal Band Rock Pink Floyd Untuk Pemula
Artikel Blog Konser Lagu Multimedia

Cara Mengenal Band Rock Pink Floyd Untuk Pemula

Cara Mengenal Band Rock Pink Floyd Untuk Pemula – Era musik rock berkibar di tahun 1960an hingga 1980an. Beberapa bAnda ternama dari Inggris bermunculan dan salah satunya adalah Pink Floyd. Meskipun tidak murni memainkan genre rock, band tersebut berhasil mendapatkan nama besar karena memberikan nuansa baru yaitu psychedelic pop. Istilah ini mungkin terdengar asing di zaman sekarang karena sedikit sekali band yang sukses. Tentu saja, Pink Floyd menjadi contoh nyata yang perlu diketahui.

Band ini sudah tidak aktif karena sudah mengundurkan diri secara formal beberapa tahun lalu. Lebih dari 50 tahun, Pink Floyd berkarya dan merasakan era keemasan. Anda penggemar baru pasti bingung dari mana harus memulai mengenal band ini. Album Pink Floyd lumayan banyak apalagi mereka mengeluarkan album dengan jarak yang dekat. Untuk mengetahui lebih lanjut, simak ulasan berikut ini.

– Era Syd Barrett

Pendiri sekaligus vokalis awal Pink Floyd adalah Syd barrett. Namanya mungkin tidak terkenal seperti Mick Jagger atau John Lennon. Band ini terbentuk di Inggris pada tahun 1967. Itu adalah era dimana musik rock sedang naik daun. Pink Floyd mengeluarkan album pertama berjudul The Piper at The Gates of Dawn.

Selanjutnya, beberapa album mulai bermunculan. Saat ini, dunia masih belum melihat genre yang dibawa Pink Floyd sebagai sesuai yang memiliki potensial. Orang-orang menganggap lirik dan gaya musik mereka terdengar aneh. Selain itu, mayoritas lagu memiliki periode yang panjang sehingga kurang cocok untuk sebagian besar pendengar.

– David Gilmour dan Popularitas Pink Floyd

Karena masalah personal, Barrett mengundurkan diri. Pink Floyd mencari vokalis baru. David Gilmour bergabung dan penulis lirik utama adalah Roger Waters. Band melanjutkan kembali di dunia musik. Album The Dark Side of the Moon dirilis tahun 1973. Apresiasi untuk album ini sangat besar karena orang-orang melihat hal baru dan musik mereka dianggap memberikan hal yang fresh.

Kesuksesan album ini dilanjutkan ke rilisan berikutnya yaitu Wish You Were Here. Judulnya seperti album romantis. Akan tetapi, konten dan lagu serta melodi berkatan lain. Pink Floyd mengungkapan aspek kehidupan termasuk psikologi manusia dan perang. Tema-tema seperti ini sedang tren saat ini. Album lainnya yaitu The Wall yang dirilis tahun 1979 menguatkan image Pink Floyd. Inilah periode dimana band mendapatkan penjualan tertinggi.

Perlu Anda ketahui, band ini menjual lebih dari 250 juta copy. Jumlah yang sangat fantastis sehingga layak masuk ke daftar musisi dengan penjualan tertinggi. Hanya beberapa penyanyi atau band mampu melampaui catatan tersebut.

– Tour dan album terakhir

Album terakhir Pink Floyd adalah The Endless River tahun 2014. Jeda antara album tersebut dan sebelumnya adalah sekitar 20 tahun. Sejak saat ini, band tidak lagi mengeluarkan album. Para penggemar dapat menikmati beberapa koleksi kompilasi yang dirilis untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan penggemar.

Anda mungkin tidak akan melihat lagi mereka bermain secara live. Tour sudah selesai dan menjadi event bersejarah. Akan tetapi, ada kemungkinan untuk mengaktifkan kembali Pink Floyd jika situasi mendukung. Bagi penggemar baru, beberapa rilisan konser dan tour tersedia di pasaran.

Pink Floyd termasuk band ikonik. Ketika yang lain mengikuti arus apalagi saat itu genre rock sedang naik daun, band ini justru memakai pendekatan berbeda. Musik gaya baru memberikan suara yang unik. Akhirnya, inilah yang menjadi kekuatan utama Pink Floyd.

Fakta Desain Album Dark Side Of The Moon, Band Pink Floyd
Artikel Blog Lagu

Fakta Desain Album Dark Side Of The Moon, Band Pink Floyd

Fakta Desain Album Dark Side Of The Moon, Band Pink Floyd – Siapa sangka, cover album Dark Side of the moon milik band Pink Floyd memiliki desain sebuah cahaya yang menembus segitiga dan dikeluarkan menjadi prisma segitiga. Alhasil desain cover tersebut membuat masyarakat di berbagai negara penasaran sehingga menantikan hehadirannya. Apalagi desain tersebut dibuat oleh graphic desainer yang berasal dari Inggris, yaituStorm Thorgerson yang membuat karyanya sangat terkenal walaupun bukan karya favorit Storm Thorgerson.

Fakta Desain Cover Dark Side Of The Moon

Hasil album beserta covernya memang sangat mengagumkan sehingga membuat siapa saja terbuai dengan tampilannya. Bahkan Storm Thorgerson ikut dalam rekaman album sehingga mengetahui keseluruhan album. Tentunya memudahkan proses pembuatan desain cover album lebih menyentuh dan tidak terkesan dipaksakan, berikut ada fakta desain cover Dark Side of the moon, diantaranya adalah:

Simbol Segitiga Memiliki Arti Mendalam

Sejatinya simbol segitiga memiliki arti pemikiran dan ambisi untuk melakukan berbagai hal positif. Dapat dibilang, segitiga adalah unsur penting dan prisma yang keluar adalah band Pink Floyd itu sendiri. Pembuatan simbol tersebut Storm terinspirasi dari konser Pink Floyd yang mengambil konsep cahaya yang berlebihan pada konser.

Walaupun dengan konsep cahaya berlebihan pada konser, namun sangat disukai penggemar. Penggemar menganggap hal tersebut membuat suasana tampak ceria dan tampak hangat, dengan begitu secara tidak langsung menghilangkan beban pikiran. Benar saja, banyak penggemar yang puas menonton konser dan beban pikiran hilang sempurna.

Fakta Desain Album Dark Side Of The Moon, Band Pink Floyd

Cover Mendukung Kesuksesan Komersil Band
Seseorang melihat sebuah band bukan hanya dari lagu-lagunya saja, tetapi keseluruhan pada band. Khusunya pada cara personil menyampaikan lagu dapat disentuh oleh hati pendengar atau tidak, dari cover album dan lain-lain. Nah untuk band Pink Floyd, cover album mendukung kesuksesan komersil loh. Pasalnya masyarakat diberbagai dunia menganggap cover tersebut sangat menawan dan lain dari cover album lainnya, setiap detailnya terdapat hal menarik yang dapat diulik.

Walaupun tampilannya simple, namun membuat seseorang yang melihatnya tersentuh untuk melihat album tersebut karena tampak sempurna di jendela toko. Untuk itulah Storm dan pihak agen taruhan bola bekerja sama untuk mengembangkan cover album semaksimal mungkin hingga dikagumi masyarakat.

Seluruh Pihak Pink Floyd Terlibat Pemikiran Desain Cover
Band kebanyakan, tak ambil pusing dengan pembuatan cover album karena sudah ada seseorang yang bertugas membuat cover agar menyatu dengan band dan diterima masyarakat. Namun tidak dengan band legendaris Pink Floyd yang seluruh pihaknya terlibat memikirkan seperti apakah cover album. Mereka secara berkala melakukan pertemuan untuk membahas tema cover, warna dan lain-lain sehingga hasilnya maksimal.

Sejatinya, fakta desain cover album Dark Side Of The Moon masih banyak yang dikagumi masyarakat. Namun ke 3 fakta diatas dapat dijadikan pengetahuan bahwa band rock tersebut sangat legendaris dan selalu dikenang.

Pink Floyd Menjadi Band Legendaris Anti Israel
Artikel Blog Download Lagu

Pink Floyd Menjadi Band Legendaris Anti Israel

Pink Floyd Menjadi Band Legendaris Anti Israel – Band legendaris Pink Floyd seakan menjadi band multifungsi untuk masyarakat. Pasalnya selain menyuguhkan lengkingan gitar dan suara yang sempurna, band tersebut juga anti israel loh. Ditambah lagi mereka berhasil memecahkan rekor secara berkala sehingga keberadaannya diakui berbagai negara, banyak penggemar di seluruh negara rela menonton konsernya walaupun terpau jarak yang sangat jauh dan membutuhkan banyak modal.

Alasan Band Pink Floyd Anti Israel

Sebuah band dikatakan anti israel atau hal lainnya pasti memiliki alasan kuat yang logis. Sama halnya dengan Pink Floyd yang anti israel dengan segala alasannya yang logis, tanpa alasan yang logis maka band tidak dapat dikatakan anti israel. Untuk itulah dibawah ini ada beberapa alasan kuat bahwa band Pink Floyd anti isreal, diantaranya adalah:

1. Kebanyakan Lirik lagunya Bersifat Menyeluruh

Masyarakat dibuat takjub dengan berbagai lagu ciptaan Pink Floyd karena mayoritas liriknya bersifat menyentuh hati. Tentunya memberikan banyak manfaat untuk kehidupan untuk lebih baik lagi, bahkan banyak orang yang membuktikan manfaatnya. Tentunya memperbaiki diri agar menjalani kehidupan lebih baik.

Memang, berkaca diri agar menjadi pribadi lebih baik dimulai dengan segala hal. Salah satunya menjadi pendengar setia band legendaris Pink Floyd yang kualitas lagunya tidak diragukan lagi, renungkanlah setiap lagu mereka sehingga mendapat manfaatnya.

2. Disukai Masyarakat Di Berbagai Dunia

Memang, band genre rock tersebar di seluruh negara. Namun Pink Floyd memberikan totalitasnya sehingga disukai masyarakat di berbagai dunia, mereka tunjukkan kesempurnaan setiap konser walaupun terdapat masalah kehidupan pribadi maupun dengan sesama musisi.

Apalagi penggemar hanya mau kesempurnaan sang idola, mereka tak mau mengetahui idola memiliki banyak masalah atau tidak. Pink Floyd berhasil menyingkirkan beban pikiran sesulit apapun dan mementingkan kepuasan penggemar di seluruh dunia. Alhasil setiap karya mereka selalu laris manis di pasaran dan mendapat tawaran job dari berbagai pihak.

3. Tidak Ada Pihak Yang Tersakiti

Mengusung konsep band bergenre rock memang sangat sulit, apalagi di Inggris memiliki tingkat cobaan sangat kompleks. Untuk itulah banyak band yang membuat lagu maupun hal lainnya menyakiti salah satu pihak, walaupun tidak sengaja namun berdampak buruk pada perkembangan karir. Bisa saja karir hancur seketika lantaran salah ucapan maupun perkataan.

Sebaliknya, band Pink Floyd menciptakan berbagai lagu tanpa menyakiti salah satu pihak. Alhasil masyarakat semua kalangan menerimanya sebagai band terbaik karena lagu-lagunya dapat dinikmati siapa saja tanpa ada batasan strata atau status.

Sejatinya, apapun persepsi masyarakat untuk band Pink Floyd sangat beragam. Semuanya kembali pada diri masyarakat apakah mengidolakan mereka atau tidak, jika anda menginginkan abnd rock anti israel sehingga mewujudkan perdamaian maka Pink Floyd adalah pilihan tepat.

Informasi Seputar Band Rock Pink Floyd
Artikel Blog Konser Lagu

Informasi Seputar Band Rock Pink Floyd

Informasi Seputar Band Rock Pink Floyd – Band rock asal London, Inggris memang band terdahulu sekitar tahun 1971. Namun selalu dikenal hingga zaman modern ini karena beragam prestasi yang dicapainya, apalagi kebanyakan lagu-lagunya dengan komposisi bergaya bombastis sehingga selalu terngiang diingatan. Baik dalam negeri maupun luar negeri selalu dikenang masyarakat.

Fakta Menarik Band Rock Pink Floyd

Band Pink Flyd bergenre Progressive rock psyhedelic yang berasal dari band-band sebelumnya seperti The Screaming Abdabs, Sigma 6 dan lain-lain. Mereka mengganti nama band sebagai The Pink Floyd sebelum merilis album pertama dengan berimajinasi pada nama 2 musisi, yaitu Floyd Council dan Pink Andreson. Berikut ada beberapa fakta menarik mengenai band Pink Floyd, diantaranya adalah:

– Menulis Lagu Yang Dipengaruhi Budaya Amerika

Sejatinya, band Pink Floyd kebanyakan menulis lagu-lagu yang dipengaruhi budaya surfing dari Amerika. Pastinya kental dengan rock psychelic dan humor serta literatur Inggris. Sayangnya Bob klose merasa tidak nyaman dan kurang cocok dengan konsep tersebut sehingga meninggalkan band tersebut.

Walaupun Bob Klose keluar, Pink Floyd tidak putus asa. Mereka justru semangat dalam bentuk kuartet dan stabil mengembangkan band agar tetap jaya, untuk itulah mereka membentuk Blackhill Enterprises yang berarti kerjasama bisnis yang melibatkan 6 orang. Alhasil personil Pink Floyd dibantu kedua manajer mereka, Andrew King dan peter jenner.

– Menjadi Musik Psycheadelic Terbaik Di Dunia

Pecinta Pink Floyd pasti selalu membanggakan personelnya karena memiliki segudang prestasi dan membuat penggemar bangga dengan jerih payahnya. Walaupun mengalami pasang surut di industri musik, namun Pink Floyd berhasil mengmabil penghargaan sebagai musik psyceadlic terbaik di dunia. Apalagi album pertamanya yang berjudul The Piper at the gates of Dawn dianggap sebagai album terbaik.

Pastinya tak mudah bagi band rock yang berhasil mendapat prestasi album terbaik di album pertamanya. Namun Pink Floyd membuktikan kegigihannya bahwa tak ada usaha yang sia-sia, sementara lagu-lagu album tersebut adalah campuran berbagai musik. Misalnya dari lagu berbentuk bebas avant garde sampai lagu bernuansa melankolis seperti lagu Scarecrow.

– Memecahkan Banyak Rekor

Siapa sangka, Pink Floyd sukses dikenal seluruh dunia pada album dark Side Of The Moon yang mendapat hit top 20 di Amerika. Hebatnya lagi posisi tersebut mencapai puncak charts dan di posisi US Top 200 selama 741 minggu, tentunya termasuk 591 minggu secara berturut-turut dari 1973 sampai 1988. Hal tersebutlah yang membuat Pink Floyd semakin diidolakan dan memecahkan banyak rekor dan menjadi band dengan album paling laris di dunia.

Sementara album Dark Side Of The Moon memiliki konsep mengenai tekanan-tekanan yang ada di kehidupan modern. Alhasil mereka menulis lagu hits lainnya seperti speak to me dengan artian saat masih bayi belum dapat melakukan segala hal.

Daftar Album Band Pink Floyd
Artikel Blog Download Konser Lagu

Daftar Album Band Pink Floyd

Daftar Album Band Pink Floyd – Band rock Pink Floyd, adalah band legedaris di berbagai daerah. Segudang prestasinya membuat mereka mencapai kesuksesan dan dibarengi dengan niat yang sungguh dan usaha keras. Apalagi membuat album lagu termasuk masa sulit dan berat untuk menjadikan lirik sebagai acuan, nyatanya banyak yang berhasil lantaran mengagumi band Pink Floyd

Daftar Album Band Pink Floyd
Pink Floyd bukanlah sebuah band yang sangat produktif dengan setiap hari membutuhkan beragam hal. Apalagi jika anda penggemar band Pink Floyd, wajib mengetahui deretan album yang mereka keluarkan sehingga menambah wawasan anda. Jangan sampai enggan mengetahui albumnya karena menandakan anda tidak serius mengidolakan Pink Floyd. Berikut ada deretan almbun yang harus diketahui, antara lain:

– Piper Di Gerbang Fajar
Masyarakat pasti mengenal betul album Pink Floyd dengan judul Piper Di Gerbang Fajar yang dirilis pada 4 Agustus 1967 di Inggris. Walaupun jeda antara album satu dengan lainnya, Pink Floyd memiliki kehebatan dapat membius penonton dengan alunan gitar yang menawan. Ditambah lagi suara kaum adam yang bergabung dan menyanyikan lagu bersama-sama.

Pastinya hal tersebut sanga membahagiakan dibanding mendengarkan lagu di rumah seorang diri. Pasalnya suasana mendengarkan lagu sendirian dan secara bergerombol sangat berbeda, umumnya lagu yang didengarkan secara bersama-sama memberikan banyak manfaat untuk orang lain.

– Sepotong Rahasia
Album dengan judul Septong Rahasia dirilis bulan agistus 1968, tepatnya di tanggal 29 Juni tahun 1968 di Inggris. Hebatnya lagi Pink Floyd memiliki hati nurani untuk setia walaupun terdapat banyak wanita yang akan diajak nantinya.

Selain itu album sepotong rahasia menerima kritik dan saran yang membangun. Tujuannya agar penggemar mampu menangkap manfaat dan tidak serta merta mengganggu melenceng dari lirik lagu, memang susah dilakukan. Caranya yaitu menjabarkan album lirik lagu dengan nyanyian personil Pink Floyd.

– Mencampuri
Album berjudul Mencampuri termasuk album yang digadang-gadang menjual pintu kesuksesan band Pink Floyd. Benar saja, mereka menunjukkan kehebatannya bermain gitar sekaligus menyanyi dengan suasana ala Pink Floyd. Pastinya aman untuk dinikmati banyak orang diberbagai kesempatan.

Selain itu album mencampuri termasuk album yang patut diperhitungkan. Tak semua orang bisa mengtur album mililknya dengan maksimal, butuh tenaga dan keberanian agar album yang dinyanyikan laris dipasaran. Maka janganlah kecewakan penggemar dengan melakukan aktifitas tidak penting.

Sebenarnya, album-album band Pink Flod masih bayak dan serius yang dibagikan, namun ke tiga album diatas dapat dijadikan acuan memilih album. Tujuannya agar aman dan tidak ada kekecewaan dikemudian hari, apalagi caranya termausk bersahabat dengan banyak orang, anda tidak harus membuat album dan mempromosikannya saja, tapi buatlah dengan kesungguhan hati sehingga bermanfaat untuk orang lain.